Lembur Pakuan, kediaman resmi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, baru-baru ini ramai dikunjungi. Tamunya bukan sembarang orang, melainkan anggota Parlemen Malaysia, Young Syefura, yang datang bersama rombongan dari Kantor Parlemen Bentong.
Lewat unggahan di Instagram pribadinya, Syefura mengungkap tujuan kunjungan itu. Intinya, untuk belajar dan mempererat hubungan.
"Kunjungan hormat saya dan Pejabat Parlimen Bentong ke Jawa Barat dan berkesempatan bertemu Kang Dedi Mulyadi, Gabenor Jawa Barat di Lembur Pakuan," tulisnya.
"Kunjungan ini adalah bagi tujuan pembelajaran serta pertukaran idea lantas dapat mengeratkan hubungan diplomasi dua hala antara Malaysia dan Indonesia," lanjut politikus itu.
Pertemuan mereka ternyata cukup mendalam. Menurut Syefura, obrolan berlangsung cair dan membahas banyak hal. Mulai dari urusan administrasi, strategi mengelola media sosial, sampai seluk-beluk kerja politik di lapangan.
"Pelbagai perkara dibincangkan bersama sepanjang pertemuan ini, baik hal pentadbiran, pengurusan sosial media serta gerak kerja politik yang boleh dipelajari dan dimanfaatkan," katanya.
Di akhir pernyataannya, dia menyampaikan apresiasi. Rasa terima kasih yang hangat ditujukan untuk Kang Dedi dan seluruh staf yang telah menerima kedatangan mereka.
"Saya ingin mengambil kesempatan ini mengucapkan jutaan terima kasih kepada Kang Dedi Mulyadi dan seluruh warga Pejabat Gabenor Jawa Barat kerana meraikan kedatangan kami ke sini," ujar Young Syefura.
"Pertemuan ini sedikit sebanyak memberi motivasi dan pengalaman berharga kepada saya serta pegawai-pegawai saya dan diharap dapat dimanfaatkan untuk kebaikan warga Bentong Kita," pungkasnya.
Jalan-Jalan di Sawah Meski Gerimis
Nah, momen pertemuan ini sempat terekam kamera dan diunggah di kanal YouTube KANGDEDIMULYADICHANNel. Videonya terbit Kamis lalu.
Dalam tayangan itu, suasana terlihat santai. Setelah berbincang-bincang, Kang Dedi mengajak tamunya berkeliling. Tujuannya? Melihat pemandangan sawah di sekitar Lembur Pakuan.
Cuaca memang kurang bersahabat. Hujan rintik-rintik turun. Tapi itu tak menghentikan langkah mereka. Dengan payung di tangan, Syefura tetap menyusuri jalan setapak di antara hamparan hijau itu.
Di tengah jalan, obrolan ringan pun mengalir. Kang Dedi penasaran, "Di Malaysia, padi apa namanya?"
"Padi lah," jawab Syefura singkat.
Dedi Mulyadi lalu berbagi pengetahuan lokal. "Pare kalau bahasa Sunda," ujarnya sambil memperkenalkan kosakata daerah.
Usai berjalan, mereka beristirahat di sebuah saung. Di sini, canda gurau Kang Dedi beberapa kali memecah keheningan. Suasana jadi cair dan penang tawa.
Tak berhenti di sawah, acara dilanjutkan ke kandang domba. Kang Dedi memperlihatkan domba Garut yang jadi peliharaannya. Dengan bangga dia menjelaskan, "Ini ciri khas Indonesia dan ciri khas Jawa Barat, Garut."
Pertemuan yang mungkin terlihat sederhana, tapi sarat dengan pertukaran budaya dan diplomasi yang hangat. Layaknya dua tetangga yang saling berkunjung.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu