"Tentu harus ada proses yang didesain secara sistematis oleh pemerintah. Ketika ada petani memilih menanam kedelai, mereka harus tahu hasilnya akan jadi apa dan didistribusikan ke mana. Jangan sampai sudah nanam, tapi bingung menjualnya," tegas Khoir.
Tantangan dan Peluang Kedelai Lokal
Menanggapi masih banyaknya pelaku usaha tahu dan tempe di Lampung yang memilih kedelai impor karena alasan harga dan kualitas, Khoir menilai hal itu justru menjadi tantangan sekaligus peluang.
"Itu justru menjadi pendorong. Karena tahu dan tempe ini kan sudah jadi bagian dari menu makan bergizi masyarakat. Kalau pasokan bahan baku dari Lampung bisa tersedia dengan kualitas baik, tentu para pelaku usaha akan memilih kedelai lokal daripada impor," ujarnya.
Komitmen DPRD Lampung
Komisi II DPRD Lampung akan menjadwalkan rapat dengar pendapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membahas langkah strategis memperkuat budidaya dan pemasaran kedelai di Lampung.
Dengan pengelolaan yang tepat, kedelai diyakini bisa menjadi salah satu komoditas unggulan Lampung yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Artikel Terkait
Laporan ke KSP: Pengembalian Saham BJBR di Kasus Jiwasraya Diduga Hilangkan Aset Negara
PPATK Soroti Penurunan Drastis Judi Online, Prabowo Disebut Berperan Penting
Pertahanan Lingkungan Berujung Bui: Kisah Pahit Warga Adat Melawan Tambang
Kesal Lihat Spanduk Ayam Goreng, Prabowo Suruh Bupati Bogor Bereskan