Pentingnya Data Akurat untuk Program Pemberdayaan Komunitas Tuli di Kalimantan Barat

- Senin, 03 November 2025 | 16:36 WIB
Pentingnya Data Akurat untuk Program Pemberdayaan Komunitas Tuli di Kalimantan Barat
Belum Ada Data Akurat, Komunitas Tuli di Kalbar Perlu Pendataan untuk Program yang Tepat Sasaran

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tanjungpura (Untan) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk 'Komunikasi Partisipatif Orang Tua Tuli untuk Mewujudkan Digital Parenting yang Inklusif di Kalimantan Barat'. Kegiatan ini digelar di Dapoer Nusantara, Pontianak, pada Senin, 3 November 2025.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Komunitas Tuli Kalbar

FGD ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan kunci, termasuk Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalbar, Yayasan Parapreneur Indonesia, Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), Yayasan Bhakti Arumi Delangga Maktab Tuli As-Sami, serta Mafindo.

Kendala Utama: Ketiadaan Data Jumlah dan Sebaran Komunitas Tuli

Suci Lukitowati, Ketua Tim Peneliti LPPM Untan, mengungkapkan bahwa tujuan penelitian ini adalah untuk pemberdayaan komunitas tuli. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah tidak tersedianya data akurat mengenai jumlah, lokasi, dan titik keberadaan penyandang tuli di Kalimantan Barat.

"Dengan mengetahui sebaran teman tuli, harapannya ketika ada kegiatan seperti digital parenting atau program pemberdayaan dari dinas dan komunitas lain, data ini bisa dimanfaatkan agar sasarannya lebih tepat," jelas Luki. Ia menekankan bahwa ketiadaan data ini menghambat perancangan program pemberdayaan yang tepat sasaran.

Pemetaan Awal: 300 Titik Komunitas Tuli di Empat Wilayah

Dalam FGD tersebut, Budi Utomo, salah satu narasumber, memaparkan hasil awal pemetaan komunitas tuli. Pemetaan difokuskan pada empat wilayah, yaitu Kota Pontianak (khususnya Pontianak Barat), Kota Singkawang, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Kubu Raya.

"Dari empat lokasi tersebut, kami mendata sekitar 300 titik komunitas tuli," ungkap Budi. Ia menambahkan bahwa komunitas tuli cenderung berkumpul di titik-titik pusat kota dimana terdapat kelompok atau wadah pertemuan.

Dukungan dan Rencana Program dari Pemerintah

Utin Rizanti Ausvia, perwakilan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalbar, menyatakan bahwa instansinya telah memiliki beberapa program untuk kesejahteraan penyandang disabilitas, termasuk teman tuli. Program tersebut meliputi Program Rehabilitasi, bantuan makanan dan pakaian, serta Bimtek Pelatihan Isyarat sejak 2021.

Ke depan, Dinsos Kalbar berencana mengadakan pelatihan isyarat bagi teman tuli pada periode 2026–2027. "Kegiatan ini sangat penting. Namun, karena adanya pemotongan anggaran dari TAPB, jika tidak bisa terlaksana di 2026, kami berharap bisa direalisasikan di tahun berikutnya," pungkas Utin.

Mendorong Digital Parenting Inklusif di Kalimantan Barat

Melalui FGD ini, LPPM Untan berharap dapat membangun kolaborasi yang kuat lintas lembaga. Hasil penelitian dan pemetaan ini diharapkan menjadi landasan data yang kokoh bagi berbagai pihak, termasuk pemerintah dan komunitas, dalam merancang kebijakan serta program pemberdayaan yang lebih inklusif dan tepat sasaran bagi komunitas tuli di Kalimantan Barat, termasuk dalam mewujudkan digital parenting yang inklusif.

Komentar