Karet-BNI City Ditargetkan Tersambung Sebelum Nataru 2026

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 02:15 WIB
Karet-BNI City Ditargetkan Tersambung Sebelum Nataru 2026

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi punya target jelas. Integrasi Stasiun Karet dan BNI City diharapkan bisa selesai sebelum puncak keramaian Natal dan Tahun Baru 2026. Ya, sebelum Nataru nanti.

Namun begitu, proyek ini masih bergantung pada kesiapan dua pihak kunci: PT KAI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tanpa mereka, rencana ini tak bisa jalan.

"Diharapkan ya (sebelum Nataru). Kita akan kejar lagi ya PT KAI dan Pemrov,"

tegas Dudy dalam briefing dengan media di Jakarta, Jumat lalu.

Dia juga ingin meluruskan satu hal. Stasiun Karet tak akan ditutup. Hanya saja, nanti aktivitas naik-turun penumpang KRL akan dipusatkan di Stasiun BNI City. Lalu, bagaimana dengan penumpang dari arah Tanah Abang?

"Turun naiknya (Penumpang) di Stasiun BNI (City). Tapi stasiunnya yang di Karet enggak ditutup. Jadi kalau teman-teman yang dari Tanah Abang yang masuk dari Karet tetap bisa dibuka. Jadi bisa jalan tapi keretanya naiknya dari BNI. Jadi sedikit jalan,"

jelasnya. Intinya, penumpang dari Karet masih bisa masuk, cuma perlu berjalan kaki sedikit menuju peron di BNI City.

Untuk mendukung itu, proses konstruksi penghubung pejalan kaki antara dua stasiun itu sedang dikerjakan. Di sisi lain, Kemenhub sudah minta Pemprov DKI membangun jembatan penyeberangan yang melintasi Kali Ciliwung. Itu bagian penting dari konektivitas nantinya.

Konsep penataannya sendiri akan dilakukan bertahap. Menurut Arif Anwar, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, tahap awal fokus pada integrasi layanan kedua stasiun.

"Nah ini, itu menjadikan satu rencana besar yang nantinya akan dilakukan secara bertahap. Jadi, tahap pertama mungkin mengintegrasikan Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City, kemudian tahap selanjutnya akan mulai mengembangkan kawasan di sekitarnya,"

papar Arif.

Rencana ini ternyata sejalan dengan program Pemprov DKI. Mereka juga punya agenda revitalisasi untuk kawasan sekitar Stasiun Karet. Jadi, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan bisa menciptakan kawasan stasiun yang lebih terpadu dan fungsional. Bukan cuma sekadar tempat naik kereta, tapi mungkin jadi titik baru yang lebih hidup.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar