Borneo Intra-Regional Dialogue 2025: Kalbar Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Hijau
Pontianak - Seminar Borneo Intra-Regional Dialogue 2025 sukses digelar dengan tema "Centrum of Economic Growth in Indonesia's Sub-Regions" di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (30/10/2025). Acara kolaborasi PT Kabar Grup Indonesia, AMSI Kalbar, GRADASI Kalbar, dan HIPMI Kalbar ini dihadiri para pemangku kepentingan utama daerah.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka secara resmi seminar yang dihadiri Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Bupati Ketapang Alexander Wilyo, Bupati Sekadau Aron, serta perwakilan Konsulat Malaysia di Pontianak. Forum ini menjadi wadah strategis membahas potensi ekonomi hijau dan kerja sama intra-regional.
Potensi Investasi dan Pengembangan Ekonomi Daerah
Kabupaten Ketapang: Primadona Investasi Kalbar
Bupati Ketapang Alexander Wilyo memaparkan capaian investasi sebesar Rp8 triliun, tertinggi di Kalbar. Dengan 113 izin pertambangan, 80 perkebunan sawit, dan 35 pabrik kelapa sawit aktif, Ketapang juga mengembangkan destinasi wisata seperti Bukit Batu Daya dan Pulau Sawi.
Kabupaten Sekadau: Fokus pada Komoditas Unggulan
Bupati Sekadau Aron menekankan strategi pengelolaan potensi daerah melalui identifikasi komoditas unggulan. Pemerintah telah menyalurkan 2.936 bibit kelapa untuk mendongkrak perekonomian masyarakat yang 80% bergerak di sektor pertanian.
Artikel Terkait
Gapruk dan Kebebasan: Kisah Awan, Pemulung yang Lebih Takut Dikurung daripada Dihina
Surat Tanah Lawas Tak Berlaku Lagi, Ini Daftar Lengkapnya
Malam Kelam di Cibeureum: Motor Dibawa Kabur, Pelaku Bersenjata Samurai
Yogyakarta Puncaki Okupansi Hotel, Namun Ada Tren Penurunan yang Mengkhawatirkan