Pemuda muslim kontemporer ditantang untuk mengarahkan energi kreatif dan kemampuan digitalnya membangun kesadaran umat. Konten viral perlu digeser menjadi konten pencerahan, tren semata diubah menjadi solusi berdasarkan syariat Islam.
Perubahan hakiki memerlukan keberanian ideologis menegakkan Islam sebagai sistem kehidupan komprehensif. Pemuda muslim harus memilih peran sebagai penggerak sejarah bukan sekadar pengikut tren. Sejarah akan mencatat mereka yang konsisten pada kebenaran meski menghadapi tantangan zaman.
Dengan Islam sebagai kompas, perubahan yang diusung pemuda akan bermakna dan berkelanjutan. Bukan sekadar mengganti wajah tetapi melakukan transformasi nilai menuju masyarakat yang diridhai Allah SWT.
Saffanah Ilmi Mursyidah, Pegiat Literasi
Artikel Terkait
Lantai Ambrol di Tangsi Belanda Siak, Puluhan Pelajar SD Terluka
MSCI Beri Peringatan, Pasar Modal Indonesia di Ambang Degradasi
Operasi SAR 13 Hari di Gunung Lawu Ditutup, Yasid Ahmad Firdaus Belum Ditemukan
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Mantan Kritis, Bahas Reformasi hingga Gaza