Pemuda muslim kontemporer ditantang untuk mengarahkan energi kreatif dan kemampuan digitalnya membangun kesadaran umat. Konten viral perlu digeser menjadi konten pencerahan, tren semata diubah menjadi solusi berdasarkan syariat Islam.
Perubahan hakiki memerlukan keberanian ideologis menegakkan Islam sebagai sistem kehidupan komprehensif. Pemuda muslim harus memilih peran sebagai penggerak sejarah bukan sekadar pengikut tren. Sejarah akan mencatat mereka yang konsisten pada kebenaran meski menghadapi tantangan zaman.
Dengan Islam sebagai kompas, perubahan yang diusung pemuda akan bermakna dan berkelanjutan. Bukan sekadar mengganti wajah tetapi melakukan transformasi nilai menuju masyarakat yang diridhai Allah SWT.
Saffanah Ilmi Mursyidah, Pegiat Literasi
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral