Warga Serbia memperingati satu tahun runtuhnya atap Stasiun Kereta Api Novi Sad dengan aksi unjuk rasa. Peristiwa tragis yang terjadi di kota Novi Sad, Serbia, ini menewaskan 16 orang ketika atap stasiun yang sedang direnovasi ambruk.
Dalam aksi peringatan tersebut, para peserta membawa karangan bunga dan poster untuk mengenang para korban. Aksi ini juga berubah menjadi demonstrasi politik, di mana para pengunjuk rasa menuntut diselenggarakannya pemilu dini.
Tuntutan pemilu dini ini bertujuan untuk menggulingkan Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, dan partai pemerintahannya, SNS. Para demonstran menuduh bahwa akar masalah dari bencana Stasiun Kereta Api Novi Sad adalah praktik korupsi yang mereka alamatkan kepada pemerintahan saat ini.
Artikel Terkait
Orang Tua Kapten Kapal MT Honour 25 Cemas, Pemerintah Upayakan Mediasi dengan Perompak Somalia
Pria Diduga Gangguan Jiwa Gali Makam di Simalungun, Jenazah Korban Ditemukan 15 Meter dari Liang Lahat
Met Gala 2026 Usung Tema ‘Fashion Is Art’, Beyoncé hingga Rihanna Curi Perhatian
Harga Emas Antam Anjlok Rp35.000 per Gram dalam Sehari, Buyback Ikut Terkoreksi