Lift Kaca Pantai Kelingking Dihentikan: Alasan & Update Terbaru 2024

- Sabtu, 01 November 2025 | 08:48 WIB
Lift Kaca Pantai Kelingking Dihentikan: Alasan & Update Terbaru 2024

Pembangunan Lift Kaca Pantai Kelingking Dihentikan Sementara: Status Terkini

Kajian Ulang Izin Lift Kaca di Nusa Penida

Pemerintah Provinsi Bali saat ini melakukan pengkajian ulang terhadap dokumen perizinan proyek pembangunan lift kaca di tebing Pantai Kelingking, Nusa Penida. Proyek ini menuai kontroversi karena dikhawatirkan dapat mengganggu keindahan alam kawasan wisata terkenal Bali tersebut.

Sejarah Persetujuan Proyek Lift Kaca

Bupati Klungkung I Made Satria mengungkapkan bahwa proyek lift kaca berawal dari kesepakatan masyarakat setempat dengan investor pada tahun 2023. Proses perizinan kemudian dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) pemerintah pusat. Satria menegaskan bahwa izin tersebut merupakan kewenangan pusat, bukan pemerintah kabupaten, mengingat lokasi pantai berada di bawah otoritas pemerintah provinsi dan pusat.

Penghentian Sementara Proyek Lift Kaca

Satpol PP Bali telah menyegel dan menghentikan sementara pembangunan lift kaca di Pantai Kelingking. Tindakan ini dilakukan setelah pemeriksaan menemukan ketidaksesuaian antara pelaksanaan proyek dengan dokumen izin yang dimiliki pengelola. Beberapa pelanggaran mencakup lokasi lift yang masih dalam sempadan pantai dan ketinggian bangunan yang mencapai 182 meter, melebihi batas maksimal 15 meter sesuai peraturan tata ruang Bali.

Dampak Lift Kaca bagi Aksesibilitas Wisata

Keberadaan lift kaca di Pantai Kelingking menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, lift dinilai dapat mempermudah akses bagi wisatawan yang kesulitan melalui jalur trekking terjal dan curam. Warga setempat mengakui sering menolong wisatawan yang mengalami kecelakaan atau kelelahan saat menggunakan jalur trekking konvensional. Akses lift dapat mengurangi risiko cedera dan mempermudah evakuasi.

Kondisi Trekking Pantai Kelingking

Jalur trekking menuju Pantai Kelingking dikenal cukup menantang dengan medan terjal, curam, dan sempit. Wisatawan membutuhkan waktu 45-60 menit untuk turun ke pantai dan waktu yang sama untuk kembali naik, belum termasuk antrian di jalur sempit. Tower crane proyek bahkan sempat dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan upacara keagamaan, menunjukkan kebutuhan akses yang lebih aman.

Proses Evaluasi Berkelanjutan

Pemerintah terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek lift kaca Pantai Kelingking dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Keputusan akhir akan mempertimbangkan aspek kelestarian lingkungan, kepatuhan regulasi, serta kebutuhan aksesibilitas wisatawan dan masyarakat lokal.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar