Korban Meninggal Banjir Semarang Bertambah 4 Orang, 3 di Antaranya Anak-Anak

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 10:48 WIB
Korban Meninggal Banjir Semarang Bertambah 4 Orang, 3 di Antaranya Anak-Anak

Anak perempuan berusia 9 tahun, Rahma Aurel, yang sebelumnya hilang hanyut diterjang banjir di Kota Semarang, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal. Dengan penemuan ini, total korban jiwa akibat bencana banjir di Semarang bertambah menjadi empat orang.

Kronologi kejadian bermula ketika Rahma tidak sengaja tercebur ke dalam saluran air yang sedang dalam proses perbaikan di wilayah RT 9 RW 10, Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, pada hari Selasa. Insiden tragis ini terekam jelas oleh kamera CCTV lingkungan.

Rekaman CCTV menunjukkan korban berjalan tanpa sadar menuju saluran air yang tidak terlihat karena tertutup luapan air banjir. Sang ibu yang berjalan di belakangnya berusaha menolong dengan menerjang selokan, namun berhasil diselamatkan oleh warga setempat.

Berdasarkan keterangan Kepala Basarnas Semarang, Budiono, jasad Rahma Aurel ditemukan di area taman depan Masjid Al Mubarok, Jalan Lintang Trenggono. Lokasi penemuan berjarak sekitar 5 kilometer dari tempat kejadian dan terjadi pada pukul 22.00 WIB.

Budiono juga mengonfirmasi bahwa operasi SAR sempat dihentikan sementara menjelang malam, namun kemudian mendapat laporan penemuan jenazah yang sesuai dengan deskripsi korban yang dicari. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan banjir dan saluran air.

Korban Banjir Semarang Didominasi Anak-Anak

Dari total empat korban meninggal dalam musibah banjir ini, tiga di antaranya adalah anak-anak. Korban pertama adalah Eko Rusianto (43), warga Semarang Utara, yang tenggelam saat membersihkan sampah di kolam retensi.

Korban kedua dan ketiga adalah Faisal Azam Saputra (9) dan Achmad Riefqie Arzan (7), yang juga menjadi korban keganasan banjir saat sedang beraktivitas di dekat aliran air. Kejadian ini menegaskan pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak-anak selama musim penghujan dan potensi banjir.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar