Bahaya Perundungan Verbal di Sekolah
Agus memperingatkan bahwa bentuk-bentuk perundungan verbal sering dianggap candaan biasa, padahal berdampak serius pada psikologis korban.
"Bahasa yang dikira komunikasi biasa bisa jadi perundungan verbal. Misalnya memanggil teman dengan kata tidak pantas, dianggap bercanda, tapi menyakiti perasaan," ungkapnya.
Pendampingan dan Peningkatan Kepekaan
Kemenag bersama DP3A terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Seluruh pihak sekolah diimbau meningkatkan kepekaan terhadap tanda-tanda perundungan di lingkungan pendidikan.
"Fokus kami menyelamatkan dan melindungi anak didik. Sekolah dan keluarga harus peka terhadap perubahan perilaku anak," kata Agus.
Penyelidikan dugaan perundungan terhadap AJ masih dilakukan kepolisian. Belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini, dengan semua pihak yang terlibat mendapatkan pendampingan DP3A.
Bunuh diri bukan jalan keluar. Segera cari pertolongan atau kunjungi www.healing119.id.
Artikel Terkait
Di Tengah Dunia yang Cepat, Seni Mendengar Jadi Barang Langka
Catatan Terakhir di Kantong Sang Komandan: Al-Quran dan Doa di Tengah Gencatan Senjata yang Retak
Bayi Gaza Lahir di Tengah Bayang Kematian: Data Kesehatan Bantah Klaim Israel
Amir Hamzah Soroti DPR: Dukungan Polri di Bawah Presiden Dinilai Manipulasi Konstitusi