Pembelaan Mahfud MD untuk Luhut Dalam Kasus Whoosh: Analisis dan Pertanyaan Publik
Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)
Pembelaan Mahfud MD terhadap Luhut Binsar Pandjaitan dalam kasus kereta cepat Whoosh menimbulkan tanda tanya besar. Mahfud tampak membela Luhut seolah tidak terlibat dalam potensi kerugian program Whoosh, namun pembelaan ini dinilai bersifat subjektif tanpa didukung data empiris. Alasan Mahfud yang menyebut Luhut sebagai "orang berjiwa militer yang patuh menjalankan tugas" dianggap tidak cukup menjawab kecurigaan publik.
Alasan Publik Mencurigai Keterlibatan Luhut
Masyarakat memiliki beberapa alasan kuat yang mendasari kecurigaan terhadap Luhut:
Kedekatan dengan Presiden Jokowi
Luhut dikenal sebagai sosok yang setia dan sangat dipercaya oleh Presiden Jokowi, memegang berbagai jabatan penting di berbagai bidang. Kedekatan ini dikaitkan dengan persepsi publik terhadap gaya kepemimpinan Jokowi.
Pernyataan Kontroversial tentang OTT KPK
Luhut pernah menyatakan bahwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK justru mencitrakan buruk Indonesia di mata dunia. Pernyataan ini dianggap sebagai antitesis dari upaya pemberantasan korupsi yang selama ini menjadi prestasi KPK.
Artikel Terkait
Ribuan Pejabat Serbu Sentul, Warga Diminta Waspadai Macet
Duka dan Tuntutan Ibu di Deli Serdang: Anaknya Tewas di Kapal Korea, Hak Asuransi Masih Mengambang
Bareskram Bongkar Kasus Saham Gorengan, IHSG Anjlok Terimbas
Di Balik Viralnya Lea: Perjuangan Seorang Ibu Melawan Kanker di Rumah Kontrakan Hijau