Bedrosian juga mengungkapkan tuduhan manipulasi: "Saya dapat mengonfirmasi bahwa Hamas menggali lubang di tanah kemarin, menempatkan sebagian jenazah Ofir di dalamnya, menutupinya kembali dengan tanah, dan menyerahkannya kepada Palang Merah."
Bantahan dan Respons Hamas
Hamas membantah semua tuduhan Israel dan mengumumkan penundaan pengembalian jenazah sandera yang tersisa. Kelompok tersebut menyatakan keputusan ini diambil karena Israel dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Sayap bersenjata Hamas mengeluarkan pernyataan: "Kami akan menunda penyerahan yang dijadwalkan hari ini karena pelanggaran pendudukan [Israel]. Setiap eskalasi Israel akan menghambat pencarian, penggalian, dan pemulihan jenazah."
Hamas menilai tuduhan Israel sebagai dalih untuk melancarkan agresi baru terhadap Gaza. "Israel berusaha mengarang dalih palsu sebagai persiapan untuk mengambil langkah-langkah agresif baru terhadap rakyat kami, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap perjanjian gencatan senjata," tambah pernyataan tersebut.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral