Dampak Mengerikan! Perusahaan Israel Ini Bangkrut Total Gara-gara Keputusan Erdogan

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 16:40 WIB
Dampak Mengerikan! Perusahaan Israel Ini Bangkrut Total Gara-gara Keputusan Erdogan

Perusahaan Israel Bangkrut Akibat Embargo Perdagangan Turki

Israel mengonfirmasi pada Senin (27/10/2025) bahwa Turki di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan telah memberlakukan sanksi diplomatik dan ekonomi terhadap Tel Aviv menyusul perang di Jalur Gaza.

Langkah Permusuhan Turki Terhadap Israel

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyatakan bahwa posisi Turki telah melampaui retorika. "Turki, yang dipimpin oleh Erdogan, memimpin pendekatan permusuhan terhadap Israel," ujar Saar dalam konferensi pers di Budapest, seperti dikutip The Times of Israel.

Presiden Erdogan secara konsisten mengecam perang Israel di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 68.500 orang sejak Oktober 2023, serta menyerukan persatuan umat Muslim melawan Israel.

Embargo Perdagangan Total Turki-Israel

Pada 2 Mei 2024, Turki menghentikan seluruh operasi ekspor, impor, dan perdagangan transit dengan Israel di semua kategori produk. Langkah ini mengakhiri semua aktivitas komersial termasuk bea cukai dan transaksi zona bebas antara kedua negara.

Dampak Langsung pada Perusahaan Israel

Perusahaan Shaul Gueta, perusahaan baja dan besi tua yang berbasis di Ashdod, Israel selatan, dinyatakan bangkrut akibat embargo perdagangan Turki. Menurut laporan harian bisnis Israel Calcalist, perusahaan ini mengandalkan ekspor ke Turki untuk 70% penjualannya.

Kronologi Kebangkrutan Perusahaan Shaul Gueta

Total utang perusahaan mencapai 105 juta shekel (sekitar $32 juta), dengan penurunan volume bisnis drastis dari 200 juta shekel ($61 juta) pada 2022 menjadi hanya 35 juta shekel ($11 juta) pada paruh pertama 2025.

Kreditor terbesar perusahaan termasuk International Bank (18 juta shekel), Bank Hapoalim (15 juta shekel), Mercantile Bank (11 juta shekel), dan Mizrahi-Tefahot Bank (1,5 juta shekel).

Proses Hukum dan Restrukturisasi

Pengadilan Distrik Beersheba telah menunjuk pengacara Doron Tishman sebagai wali amanat yang akan memutuskan apakah perusahaan akan dilikuidasi atau direstrukturisasi. Perwakilan perusahaan menyatakan bahwa serangan di Gaza dan embargo Turki menjadi faktor utama penurunan penjualan.

Dampak Makro Ekonomi

Turki telah mengurangi perdagangan dengan Israel sekitar 30% sejak awal konflik Gaza hingga pemberlakuan embargo total pada Mei 2024. Langkah ini menunjukkan dampak signifikan sanksi ekonomi terhadap bisnis Israel yang bergantung pada pasar Turki.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar