Pergeseran Kekuasaan di Gerindra: Dari Dasco ke Sjafrie Sjamsoeddin
Majalah Tempo edisi 26 Oktober 2025 menampilkan tajuk utama yang menghebohkan: “Panggung Politik Sjafrie.” Ilustrasi sampulnya sederhana namun penuh makna, menggambarkan Sjafrie Sjamsoeddin sedang menuangkan minuman ke beberapa gelas untuk pemilik jas berwarna kuning, biru, dan oranye simbol partai politik yang mudah dikenali.
Kemunculan Kembali Sjafrie Sjamsoeddin
Sjafrie Sjamsoeddin bukan nama baru di lingkar dalam Prabowo Subianto. Keduanya memiliki ikatan kuat dari latar belakang militer. Namun, kemunculannya kembali ke panggung politik nasional menandai sebuah pergeseran signifikan dalam peta kepercayaan di tubuh Partai Gerindra.
Penurunan Pengaruh Sufmi Dasco Ahmad
Selama ini, Sufmi Dasco Ahmad dikenal sebagai tokoh paling berpengaruh di sayap sipil Gerindra. Ia berperan sebagai jembatan antara Prabowo dan para elite politik sipil. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, pengaruhnya tampak memudar.
Titik Balik: Reshuffle Kabinet dan Kerusuhan Agustus 2025
Peristiwa kerusuhan akhir Agustus 2025 menjadi momen krusial. Prabowo menunjuk Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Pelaksana Tugas Menko Polhukam, menggantikan Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan. Keputusan ini bukan sekadar pergantian teknis, melainkan sinyal kuat perpindahan pusat kepercayaan dari politisi sipil ke mantan perwira militer.
Transformasi Struktur Partai Gerindra
Perubahan berlanjut dengan digantikannya Ahmad Muzani dari posisi Sekretaris Jenderal Gerindra. Posisi strategis ini kini dipegang oleh Sugiono, yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Kombinasi jabatan ini mengindikasikan konsolidasi kekuasaan yang lebih ketat di internal partai.
Perubahan Kultur Politik Gerindra
Partai Gerindra yang awalnya dikenal dengan semangat populis kini menunjukkan transformasi menuju organisasi yang lebih disiplin dan terstruktur. Logika komando militer mulai mendominasi kelenturan politik yang sebelumnya menjadi ciri khas partai.
Implikasi bagi Demokrasi Indonesia
Pergeseran kekuasaan ini memiliki dua sisi. Di satu sisi, Prabowo memperkuat fondasi loyalitas di sekelilingnya. Di sisi lain, ruang dialog dan perbedaan pendapat di dalam partai bisa semakin menyempit.
Kesimpulan: Masa Depan Politik Indonesia
Pergeseran dari Dasco ke Sjafrie bukan sekadar perubahan personal, melainkan cerminan transformasi yang lebih besar dalam politik Indonesia. Jika kecenderungan ini berlanjut, kita mungkin menyaksikan kembalinya budaya barak militer di jantung kekuasaan politik nasional.
Artikel Terkait
Truk Tangki Modifikasi Muat 5 Ton Solar Terguling, Puluhan Kecelakaan Beruntun di Bangkalan
Polisi Bongkar Judi Online Skala Besar di Batam, Dua Tersangka Kelola Lebih dari 200 Ribu Akun
Penundaan 11 Jam Sriwijaya Air SJ-581, Penumpang Mengeluhkan Minimnya Kompensasi dan Komunikasi
PSM Makassar Kalahkan Bhayangkara 2-1, Modal Penting Jauhi Zona Degradasi Liga 1