Lawan Hoaks dengan Konten Positif
Kebijakan ini disebut sebagai upaya strategis untuk menghadapi maraknya hoaks dan berita miring seputar program MBG yang beredar online. Nanik menekankan bahwa banyak informasi keliru yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap program pemerintah ini.
"Kita tidak boleh kalah cepat dari hoaks. Koordinator regional dan wilayah harus menjadi sumber informasi resmi serta sigap dalam mengklarifikasi isu di lapangan," tegasnya. Ia menilai lemahnya respons cepat dari pelaksana daerah turut memperparah penyebaran disinformasi.
Dorongan untuk Konten Transparan dan Inspiratif
BGN mendorong setiap daerah untuk memiliki akun media sosial resmi guna menyebarkan informasi yang transparan dan inspiratif seputar MBG. Jenis konten yang diharapkan mencakup aktivitas dapur, variasi menu makanan, serta kisah sukses perubahan ekonomi masyarakat dan tenaga kerja yang terlibat.
"Kita ingin para pelaksana tak sekadar administratif, tetapi juga mampu mengemas pesan gizi menjadi narasi yang membangun optimisme publik," tutup Nanik.
Artikel Terkait
Roy Suryo dan Dokter Tifa Gugat Pasal Pencemaran Nama Baik ke MK
Duka dan Amarah di Boyolali: Bocah Tewas, Ibu Kritis dalam Perampokan Biadab
Tragedi Lula Lahfah: Tabung Pink dan Misteri Kematian yang Tak Terautopsi
Anggota DPRD Pelalawan Ditetapkan Tersangka, Ijazah SD-SMP Diduga Palsu