BMKG Ungkap Ancaman Tiga Siklon yang Mengintai Wilayah Indonesia

- Senin, 15 Desember 2025 | 21:30 WIB
BMKG Ungkap Ancaman Tiga Siklon yang Mengintai Wilayah Indonesia

Cuaca ekstrem belum berakhir. Dari Istana Negara, peringatan resmi kembali disampaikan: dampak Siklon Bakung diprediksi masih akan terasa hingga akhir tahun depan. Badai ini, yang saat ini bergerak dari barat Sumatera menuju Lampung, tetap menjadi ancaman serius yang perlu diwaspadai.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna Senin lalu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memberikan penjelasan mendetail. Ia mengungkapkan, meski Siklon Bakung bergerak menjauhi Indonesia, intensitasnya justru meningkat.

"Siklon Bakung ini berkembang di barat daya Lampung, bergerak menjauhi Indonesia. Tapi tadi pagi kami pantau, tadi malam kami pantau dia naik dari kategori 1 ke kategori 2," kata Faisal.

Ia lalu menambahkan, "Ini kalau siklon yang tertinggi yang paling berbahaya adalah kategori 5."

Sebagai perbandingan, Faisal mengingatkan kembali betapa berbahayanya anomali cuaca. Siklon Seroja yang memicu banjir besar di Sumatera awalnya hanya level 1. Namun, situasi unik membuatnya berubah jadi bencana.

"Siklon Seroja sendiri hanya kategori 1. Tapi karena banyaknya awan di sana dan dia terperangkap antara Pulau Sumatera dan Semenanjung Malaysia, dia berada di sana selama 2-3 hari," urainya.

Bayangkan saja. Curah hujan yang biasanya turun dalam satu bulan, bahkan satu setengah bulan, itu jatuh hanya dalam sehari. Dan kondisi itu berlangsung terus-menerus selama dua sampai tiga hari. Itulah yang terjadi kala itu.

Lalu, bagaimana dengan nasib Siklon Bakung ke depan?

Menurut Faisal, prediksinya sudah dilaporkan kepada sejumlah pejabat tinggi. "Siklon Bakung di barat daya Lampung ini kami prediksi, tadi pagi sudah kami laporkan kepada Pak Menko PMK dan Pak Mensesneg, Pak Seskab, itu mendekati wilayah Indonesia prediksinya dalam 2-3 hari ke depan," jelasnya.

Namun begitu, Bakung bukan satu-satunya yang jadi perhatian. Situasinya ternyata lebih kompleks. BMKG juga memantau dua bibit siklon baru yang muncul hampir bersamaan.

"Selanjutnya di bagian selatan, dari Bali, Nusa Tenggara, serta Jawa Timur itu ada bibit siklon 93S. Serta baru saja siang tadi muncul satu bibit siklon lagi di selatan Papua yaitu 95S," ujar Faisal memaparkan.

Keberadaan mereka Bakung, 93S, dan 95S membentuk sebuah pola gangguan yang mengkhawatirkan. Kombinasi ini dipastikan akan memengaruhi kondisi cuaca di tanah air.

"Keberadaan bibit siklon dan siklon ini meningkatkan kondisi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi serta gelombang tinggi di perairan sekitarnya," pungkas Faisal.

Jadi, waspada tetap kunci utamanya. Masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan rawan banjir, diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang. Cuaca memang tak bisa ditebak, tapi kesiapsiagaan bisa kita persiapkan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar