Raja Charles Ungkap Kemajuan Pengobatan Kanker, Serukan Pentingnya Skrining Dini

- Senin, 15 Desember 2025 | 21:20 WIB
Raja Charles Ungkap Kemajuan Pengobatan Kanker, Serukan Pentingnya Skrining Dini

Raja Charles III Bagikan Kabar Baik soal Kesehatan, Kampanyekan Deteksi Dini Kanker

Ada kabar menggembirakan dari Raja Charles III. Dalam sebuah pesan video yang tayang Jumat malam lalu, sang Raja tak hanya membagikan perkembangan positif kesehatannya, tapi juga mendorong warga Inggris untuk lebih waspada terhadap kanker.

Video itu direkam di Clarence House dua minggu sebelumnya, dan ditampilkan dalam acara penggalangan dana "Stand Up to Cancer" di Channel 4. Raja, yang kini berusia 77 tahun, terlihat baik. Ia mengungkapkan, berkat diagnosis dini dan penanganan yang efektif, para dokter berencana mengurangi intensitas pengobatannya mulai tahun depan.

"Saya tahu dari pengalaman saya sendiri bahwa diagnosis kanker dapat terasa sangat berat," ujarnya.

Namun begitu, ia menekankan satu hal krusial. "Saya juga tahu bahwa deteksi dini adalah kunci yang dapat mengubah perjalanan pengobatan dan memberikan waktu yang sangat berharga bagi tim medis."

Pernyataan ini sekaligus menjadi kampanye nasional bersama Cancer Research UK. Intinya jelas: jangan tunda pemeriksaan kesehatan.

Seperti diketahui, Raja Charles didiagnosis menderita kanker jenis tertentu pada Februari 2024 silam, saat ia menjalani perawatan untuk pembesaran prostat. Istana Buckingham memang sengaja tak merinci jenis kankernya, dan menegaskan itu bukan kanker prostat. Tapi perkembangan terakhir sungguh positif.

Menurut pernyataan resmi istana, pemulihannya sudah mencapai tahap yang sangat menggembirakan. Responsnya terhadap pengobatan begitu baik, sehingga tim dokter kini berencana memindahkan perawatannya ke fase pencegahan.

"Pemulihan Raja telah mencapai tahap yang sangat positif dan ia telah merespons pengobatan dengan sangat baik sehingga dokter sekarang akan memindahkan pengobatannya ke fase pencegahan," demikian bunyi pernyataan itu.

Dalam pesan videonya, Raja Charles terdengar sangat personal. Ia bilang, deteksi dini itu sungguh bisa menyelamatkan nyawa. Hidup seseorang, atau orang yang kita cintai, seringkali bergantung pada tindakan cepat.

"Saya juga tahu betapa besar perbedaannya dalam kasus saya sendiri. Deteksi dini memungkinkan saya untuk terus menjalani kehidupan yang penuh dan aktif, bahkan saat menjalani pengobatan," katanya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam pada para tenaga medis, peneliti, dan relawan yang tak kenal lelah mendampingi pasien.

Memang, keputusan Raja untuk tidak menyebut jenis kanker atau perawatan spesifiknya adalah hal yang disengaja. Menurut pihak istana, saran dari para ahli kanker adalah agar pesannya bisa menjangkau lebih banyak orang dan mewakili seluruh komunitas penderita, terlepas dari jenis penyakitnya.

Di sisi lain, fakta di lapangan masih memprihatinkan. Cancer Research UK mencatat, sekitar 9 juta orang di Inggris belum mengikuti program pemeriksaan dini yang tersedia. Angka itu pun disorot Raja dalam pesannya.

"Hal itu sangat mengganggu saya karena ini mewakili 9 juta kesempatan yang terlewatkan untuk mendeteksi kanker sejak dini," ujarnya.

Statistiknya jelas. Ambil contoh kanker usus. Jika terdeteksi pada tahap paling awal, sembilan dari sepuluh pasien punya peluang bertahan hidup setidaknya lima tahun. Angka itu anjlok drastis jika kanker baru ketahuan di stadium lanjut.

Kabarnya, Inggris lewat NHS sudah punya program skrining untuk kanker usus, payudara, dan serviks bagi kelompok usia tertentu. Program untuk kanker paru-paru juga sedang diluncurkan bertahap bagi kelompok berisiko tinggi.

Respons terhadap kabar baik Raja Charles pun datang dari Perdana Menteri Sir Keir Starmer. Ia menyambut gembira pernyataan itu dan menyebutnya sebagai pesan yang kuat bagi publik.

"Saya tahu saya berbicara atas nama seluruh negeri ketika saya mengatakan betapa senangnya saya bahwa perawatan kankernya akan dikurangi di Tahun Baru," kata Starmer.

Pengumuman ini adalah pembaruan terbesar soal kondisi Raja sejak diagnosisnya diumumkan. Langkah terbuka seperti ini sebenarnya tak terlalu lazim bagi keluarga kerajaan, yang biasanya sangat tertutup soal kesehatan. Tampaknya, Raja Charles ingin memanfaatkan posisinya untuk hal yang lebih besar.

Sejak naik takhta tahun 2022, ia sempat mengurangi agenda publik selama masa pengobatan. Tapi sepanjang tahun ini, ia sudah kembali aktif. Kunjungan luar negeri hingga acara kenegaraan kembali dijalaninya. Sebuah tanda yang memberi harapan, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga bagi banyak orang di luar sana.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler