Manado Keluhkan Antrean Panjang BBM Subsidi Jelang Natal 2025

- Minggu, 14 Desember 2025 | 21:54 WIB
Manado Keluhkan Antrean Panjang BBM Subsidi Jelang Natal 2025

MANADO – Menjelang Natal 2025, pemandangan antrean kendaraan yang mengular jadi pemandangan umum di hampir semua SPBU Kota Manado. Mereka menunggu untuk membeli BBM, terutama Pertalite. Tak jarang, antrean itu berakhir dengan kekecewaan. Di beberapa pom bensin, terpampang tanda sederhana yang mengabarkan stok BBM subsidi itu sudah habis.

Keadaan sebenarnya sudah mulai terasa sejak tiga pekan lalu, sekitar akhir November. Namun, situasi bertambah runyam dalam sepekan terakhir ini. Warga pun mulai gerah.

Yang paling disesalkan, kelangkaan ini justru terjadi saat aktivitas warga meningkat pesat menyambut perayaan Natal. Bagi masyarakat Manado di Sulut, momen Natal adalah puncak kesibukan silaturahmi, belanja, dan berbagai acara keluarga. Alih-alih mendapat pasokan tambahan, BBM malah susah dicari.

“Terus terang kami kecewa karena BBM malah jadi langka di saat mendekati Natal. Padahal aktivitas jelang Natal di Kota Manado itu jadi lebih tinggi, sehingga justru harusnya stok BBM bisa ditambah untuk mencukupi kebutuhan,”

Begitu keluh beberapa warga yang berhasil ditemui di salah satu SPBU, suara mereka mewakili kegelisahan yang sama.

Dampaknya langsung terasa, terutama bagi para sopir angkutan kota. Mereka mengeluh banyak waktu produktif yang terbuang percuma hanya untuk mengantre. Padahal, momen seperti ini seharusnya jadi saatnya mereka mencari rezeki lebih banyak.

Sony, seorang sopir mikrolet, menghela napas. “Yah mau bagaimana lagi, mau tidak mau harus antre untuk dapat BBM. Karena kalau tunggu SPBU sepi pasti tidak dapat, karena justru sudah habis,”

Ucapnya dengan nada pasrah. Waktunya untuk mangkal dan mengangkut penumpang jelas berkurang drastis.

Lalu, apa penyebabnya? Dari dalam SPBU sendiri, ada cerita yang beredar. Sejumlah petugas, dengan syarat namanya tidak disebut, mengaku ada pengurangan pasokan yang signifikan dari Pertamina.

“Sudah dari akhir November lalu, pasokan stok untuk kami dikurangi 50 persen. Kalau biasanya per hari bisa dapat 16 ribu liter, kini hanya delapan ribu saja,”

Jelas salah seorang petugas itu. Pengurangan hingga separuh itu, jika benar, tentu menjelaskan mengapa antrean panjang dan stok yang cepat habis menjadi tak terhindarkan di kota yang sedang bersiap merayakan Natal ini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar