Yang justru bertindak adalah Alexander Helo Priyanto, warga biasa asal Maumere. Dengan biaya pribadi, ia terbang ke Jakarta menemui Kementerian Kesehatan dengan tiga tuntutan konkret:
- Pemerintah pusat menanggung kompensasi dokter anestesi jika daerah tak mampu
- Pengajuan kebutuhan lebih dari dua dokter berdasarkan data medis dan demografis
- Penguatan koordinasi Pemda dan Dirjen Nakes untuk penempatan tenaga dokter
"Saya bukan pejabat," katanya. "Saya hanya tidak ingin orang Maumere mati karena tidak ada dokter."
Perbandingan dengan Daerah Lain: Respons yang Berbeda
Sementara Flores membisu, daerah lain bergerak cepat:
- Bali: Wakil rakyat turun langsung ke Kemenkes, krisis dokter anestesi di RSUP Sanglah Denpasar selesai dalam dua minggu
- Sumatera Barat: Emma Yohanna (DPD RI) dan anggota Komisi IX DPR bergerak cepat atasi kekurangan spesialis
- Sulawesi Selatan: Politikus lintas partai tekan pemerintah pusat untuk penempatan dokter di kepulauan
- Jawa Timur: Anggota DPR fasilitasi insentif daerah untuk spesialis
Dampak Krisis Dokter Anestesi di Sikka
Ketua RSUD TC Hillers mengaku kewalahan: "Kami sudah mengajukan permohonan resmi, tapi belum ada tindak lanjut." Sementara itu, perawat senior Sr. Dominika berbagi keprihatinan: "Dulu kami punya tiga dokter anestesi. Sekarang tinggal satu, itupun sering tidak di tempat."
Keluarga pasien seperti Elisabeth dari Bola hanya bisa berharap: "Kami tidak minta banyak. Kami hanya ingin anak kami bisa diselamatkan."
Krisis Kemanusiaan yang Memerlukan Tindakan Segera
Krisis anestesi di Maumere telah berjalan lebih dari setahun hingga penghujung 2025. Ini bukan sekadar kegagalan administratif, tetapi kegagalan empati. Para wakil rakyat perlu turun dari podium dan melihat langsung penderitaan rakyat yang memilih mereka.
Ketika dokter anestesi hilang, rakyat menjerit. Dan ketika wakil rakyat ikut menghilang, yang tersisa hanyalah doa, duka, dan kematian yang sunyi di ujung ranjang pasien.
Artikel Terkait
Tabung Pink di Apartemen Lula: Titik Buntu dan Jejak yang Tersisa
Pidato Haru Mahasiswi Indonesia di Al-Azhar Berbuah Beasiswa Langsung dari Syaikh
Kemenkes Angkat Bicara Soal Tren Gas Tertawa: Bisa Berujung Maut
Kemenkes Buka Suara soal Nitrous Oxide Usai Kasus Lula Lahfah