Di Mapolres Jakarta Selatan, suasana jumpa pers Jumat (30/1) itu terasa cukup tegang. AKBP Mokhamad Iskandarsyah, Kasat Reskrim, berdiri untuk membeberkan perkembangan terbaru penyelidikan meninggalnya influencer Lula Lahfah. Salah satu fokusnya: alasan memeriksa sejumlah rekan dekat almarhumah.
“Terkait tabung pink tersebut, kami sudah memeriksa beberapa saksi yaitu kawan-kawan terdekat,” ucap Iskandarsyah.
“Makanya kita ada beberapa panggilan klarifikasi terhadap kawan-kawan terdekat. Oleh karena ada dugaan kami, apakah saudari LL ini sering menggunakan.”
Dugaan itu muncul begitu polisi menemukan tabung berwarna mencolok berisi gas N2O di lokasi kejadian, apartemen Lula. Temuan itulah yang mendorong penyelidik menelusuri kebiasaan dan lingkaran pertemanan korban.
Namun begitu, kesaksian justru datang dari arah yang berbeda. Asisten rumah tangga Lula, yang disapa A, punya cerita lain.
Menurut Iskandarsyah, si asisten rumah tangga bersaksi bahwa itu adalah kali pertama ia melihat benda berwarna pink itu di apartemen majikannya.
“Asisten rumah tangganya baru pertama kali,” tegasnya, menegaskan poin tersebut.
Pada akhirnya, jalan penyelidikan ini menemui titik buntu. Polisi telah menutup kasus kematian Lula. Tanpa autopsi dan tanpa indikasi pidana yang kuat, mustahil bagi mereka untuk memastikan penyebab kematian yang sebenarnya. Semuanya berhenti di situ.
Di sisi lain, temuan tabung N2O itu rupanya menyisakan keresahan tersendiri. Saat ini, polisi bersama BNN, Kemenkes, dan BPOM sedang sibuk membahas hal itu. Mereka berupaya merumuskan regulasi yang lebih ketat untuk mencegah penyalahgunaan gas nitrous oxide, yang belakangan mulai marak. Kasus Lula, meski sudah ditutup, mungkin menjadi catatan penting dalam pembahasan itu.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu