Banjir masih melanda jalur utama Pantura Semarang-Demak, tepatnya di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, hingga hari ini. Kejadian banjir di Kaligawe ini telah berlangsung selama enam hari berturut-turut.
Ketinggian air banjir di Kaligawe dilaporkan masih mencapai 30 hingga 50 sentimeter. Meskipun genangan air terbilang cukup tinggi, arus lalu lintas di Jalan Kaligawe masih berjalan dengan sejumlah kendaraan yang memutuskan untuk menerobos banjir.
Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, mengonfirmasi bahwa kondisi banjir di jalur Pantura ini sudah mulai menunjukkan penurunan. Namun, pihak kepolisian tetap mengimbau pengendara mobil kecil untuk menghindari kawasan tersebut dan menggunakan jalur alternatif gantis untuk menghindari risiko mogok atau kerusakan kendaraan.
Penyebab banjir Kaligawe diduga kuat akibat intensitas curah hujan yang tinggi, diperparah oleh kondisi topografi kawasan tersebut yang merupakan dataran rendah. Sebagai salah satu ruas vital pada Jalur Pantura Jawa Tengah, banjir di kawasan ini kerap mengakibatkan gangguan pada arus distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.
Artikel Terkait
Sertifikat Menumpuk, Kompetensi Tergerus: Dampak Pandemi yang Mengubah Wajah Pendidikan
Generasi Layar: Saat Ponsel Menggerogoti Kemampuan Fokus Anak Muda
Mobil Terbakar Hebat di Jagorawi, Lalu Lintas Malam Terkunci
Bocah dengan Laptop Pecah Ditemukan Sendirian di Sleman