Bayi Perempuan Ditemukan Tercerai-berai di Ngarai Sianok: Binatang Buas atau Tangan Manusia yang Bertanggung Jawab?

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 14:42 WIB
Bayi Perempuan Ditemukan Tercerai-berai di Ngarai Sianok: Binatang Buas atau Tangan Manusia yang Bertanggung Jawab?
Bayi Perempuan Ditemukan Tercerai Berai di Ngarai Sianok Bukittinggi - Polisi Selidiki

Bayi Perempuan Ditemukan Tercerai Berai di Ngarai Sianok Bukittinggi - Polisi Selidiki

Kota Bukittinggi digemparkan oleh penemuan potongan tubuh bayi di kawasan Ngarai Sianok, Bukit Cangang, Sabtu (25/10). Korban adalah bayi berjenis kelamin perempuan yang diduga baru beberapa hari lahir.

Kapolsek Kota Bukittinggi, AKP Mazwanda, mengkonfirmasi bahwa jasad bayi ditemukan dalam kondisi terpotong menjadi tiga bagian. Penemuan pertama adalah bagian tubuh dari pinggang ke bawah oleh seorang warga yang sedang membuka jendela rumahnya.

"Warga ini melihat benda mencurigakan di belakang rumahnya, sehingga didekati ternyata kaki bayi," ujar Mazwanda.

Setelah laporan pertama, polisi dan warga kemudian menemukan dua potongan tubuh lainnya dalam jarak yang tidak berjauhan. Potongan kedua adalah bagian perut, dan yang terakhir adalah kepala bayi.

Penyebab Kematian Masih Diselidiki

Polisi masih menyelidiki bagaimana tubuh bayi bisa terpisah-pisah. Ada dua kemungkinan yang sedang dikaji: apakah akibat diterkam oleh binatang buas di sekitar ngarai, atau sengaja dipotong sebelum dibuang.

"Untuk jasad bayi sekarang sudah kami bawa ke rumah sakit. Ini bukan berupa janin, tapi bayi yang kami duga sudah beberapa hari lahir," jelas Mazwanda.

Polisi Kejar Orang Tua Bayi

Penyidik dari Polsek Kota Bukittinggi kini fokus untuk mengidentifikasi dan menemukan orang tua dari bayi malang tersebut. Kendala yang dihadapi adalah tidak adanya CCTV di sekitar lokasi kejadian, yang mempersulit proses penyelidikan.

Kasus penemuan bayi di Ngarai Sianok ini telah mencoreng ketenangan Kota Bukittinggi. Masyarakat pun dihimbau untuk memberikan informasi yang berguna bagi kelancaran penyelidikan kepolisian.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler