Israel Larang Jurnalis Internasional Masuk Gaza, Hamas Minta Media Dunia Jadi Saksi
Pernyataan Susan Abulhawa di Twitter menyoroti perbedaan sikap Hamas dan Israel terhadap peliputan di Gaza. Menurutnya, Hamas menginginkan media internasional untuk menyaksikan, menyelidiki, dan melaporkan situasi di lapangan secara langsung.
Sebaliknya, Israel disebut tidak mengizinkan jurnalis internasional mana pun untuk memasuki Gaza. Kebijakan ini diperparah dengan tuduhan bahwa Israel secara aktif menargetkan dan membunuh jurnalis Palestina setempat yang berusaha melaporkan kejadian.
Situasi ini memunculkan pertanyaan kritis: Siapa sebenarnya yang berusaha menyembunyikan kebenaran? Larangan ketat terhadap peliputan independen di Gaza dianggap sebagai upaya untuk mengontrol narasi dan membatasi akses informasi.
Fakta bahwa Hamas membuka diri untuk verifikasi internasional sementara Israel menutup akses memberikan gambaran jelas tentang transparansi kedua pihak dalam konflik ini.
Artikel Terkait
KPK Gelar Ops Tangkap Tangan di Jakarta dan Banjarmasin, Status Tersangka Masih Dirahasiakan
Peta Jalan AI Indonesia 2026-2029 Resmi Dikebut, Dukung Program Makan Bergizi Gratis hingga Perangi Hoaks
Kritik Khozinudin ke MUI: Dukung Dewan Perdamaian Trump, Legitimasi Kezaliman Israel?
Pramono Anung Larang Atap Seng untuk Rumah Baru di Jakarta