Haji Agus Salim: Kisah Hidup Sederhana Diplomat Ulung Indonesia
Haji Agus Salim, salah satu pahlawan nasional Indonesia, meninggalkan warisan tak ternilai meski hidup dalam kesederhanaan ekstrem. Fakta mengejutkan terungkap saat beliau tidak sanggup membeli kain kafan untuk anaknya yang meninggal dunia.
Perbandingan dengan Pejabat Modern
Kondisi hidup Haji Agus Salim sangat kontras dengan pejabat zaman sekarang yang memiliki kekayaan melimpah, rumah mewah, kondominium, mobil mewah, dan harta bernilai miliaran rupiah.
Prestasi dan Jabatan Penting Haji Agus Salim
Padahal, posisi yang pernah disandangnya sangat strategis: anggota tim perumus Pembukaan UUD 45, anggota Volksraad, diplomat ulung yang berhasil meraih pengakuan internasional pertama bagi kemerdekaan RI, dan Menteri Luar Negeri era revolusi.
Profil dan Asal Usul Nama
Haji Agus Salim terlahir dengan nama Musyudul Haq yang berarti "pembela kebenaran" di Koto Gadang pada 8 Oktober 1884. Ayahnya, Sultan Mohammad Salim, adalah jaksa dan hakim kolonial berpangkat tinggi.
Nama "Agus" berasal dari panggilan sayang pengasuhnya dari Jawa Timur yang memanggilnya "Gus", yang kemudian berkembang menjadi "Agus" dan ditambahkan nama ayahnya "Salim".
Artikel Terkait
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi
Tere Liye Bongkar Tipu-Tipu Bekerja Keras untuk Keluarga, Ternyata yang Nikmati Hasilnya Cuma Mereka yang di Atas