Rp112 T, Jarak 15x Lebih Panjang: Proyek Kereta Cepat Saudi Bikin Whoosh Terlihat Seperti Apa?

- Kamis, 23 Oktober 2025 | 21:50 WIB
Rp112 T, Jarak 15x Lebih Panjang: Proyek Kereta Cepat Saudi Bikin Whoosh Terlihat Seperti Apa?

Biaya Kereta Cepat Indonesia vs Arab Saudi: Analisis Perbandingan yang Mengagetkan

Pemerintah Arab Saudi baru saja mengumumkan proyek ambisius pembangunan jalur kereta cepat sepanjang 1.500 kilometer yang akan menghubungkan Jeddah dan Riyadh. Dengan anggaran sekitar 25 miliar dolar AS atau setara Rp112 triliun, proyek infrastruktur raksasa ini akan mempersingkat perjalanan antar dua kota utama tersebut menjadi hanya 4 jam.

Perbandingan Biaya Kereta Cepat yang Mengejutkan

Fakta mengejutkan terungkap ketika membandingkan proyek kereta cepat Arab Saudi dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Meskipun proyek Saudi 13 kali lebih panjang, biayanya hampir sama dengan KCJB yang hanya sepanjang 114 kilometer.

Perhitungan detail menunjukkan:

  • Biaya per kilometer proyek Jeddah-Riyadh: Rp75 miliar/km
  • Biaya per kilometer KCJB: Rp991 miliar/km
  • Selisih biaya: KCJB 13 kali lebih mahal per kilometer

Pembengkakan Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Proyek KCJB mengalami pembengkakan anggaran signifikan dari rencana awal Rp86 triliun menjadi Rp113 triliun. Tambahan dana Rp27 triliun ini ditutup melalui skema penyertaan modal negara (PMN), yang berarti menggunakan uang rakyat.

Faktor Penyebab Perbedaan Biaya yang Ekstrem

Meskipun terdapat perbedaan kondisi geografis dan faktor teknis lainnya, selisih biaya yang mencapai 13 kali lipat memerlukan penjelasan mendalam. Beberapa faktor kunci yang perlu dipertimbangkan:

  • Perbedaan sistem pengelolaan proyek
  • Efisiensi dalam proses tender dan konstruksi
  • Transparansi dalam pengawasan anggaran
  • Kualitas perencanaan teknis dan implementasi

Pelajaran dari Pengelolaan Proyek Infrastruktur

Kesuksesan Arab Saudi dalam mengelola proyek kereta cepat dengan biaya efisien memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya:

  • Perencanaan matang sebelum eksekusi
  • Sistem pengawasan yang ketat dan independen
  • Fokus pada nilai manfaat ekonomi riil
  • Transparansi dalam setiap tahapan proyek

Perbandingan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek infrastruktur berskala besar di Indonesia, demi memastikan penggunaan anggaran publik yang optimal dan bertanggung jawab.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar