Agung Sedayu Group Sogok Rakyat Banten, Ada Apa dengan Kasus Korupsi Pagar Laut?

- Rabu, 22 Oktober 2025 | 09:50 WIB
Agung Sedayu Group Sogok Rakyat Banten, Ada Apa dengan Kasus Korupsi Pagar Laut?

Kasus Korupsi Pagar Laut Banten: Keterkaitan Agung Sedayu Group dan Dugaan Upaya Pengalihan Isu

Kasus korupsi pagar laut di Perairan Tangerang Utara terus bergulir di Pengadilan Tipikor PN Serang. Terungkap bahwa Arsin Kades Kohod dan beberapa pihak lain diduga mengubah lautan seluas 300 hektar menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Hak Guna Bangunan (SHGB), yang kemudian dijual kepada PT Cakra Karya Semesta, anak usaha Agung Sedayu Group.

Keterkaitan Langsung Agung Sedayu Group

PT Intan Agung Makmur, bagian dari Agung Sedayu Group milik Sugiyanto Kusuma (Aguan), menguasai mayoritas bidang HGB di area pagar laut Tangerang, yaitu 234 dari total 263 bidang. Sementara PT Cahaya Inti Sentosa, anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (hasil kerjasama Agung Sedayu Group dan Salim Group), memiliki 20 bidang SHGB lainnya.

Dugaan Upaya Pengalihan Isu Melalui Program CSR

Di tengah berlangsungnya persidangan, Agung Sedayu Group gencar menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR) kepada masyarakat Kabupaten Tangerang melalui Koperasi Desa Merah Putih. Aktivitas ini menuai kecurigaan sebagai upaya "suap terselubung" untuk mencegah kasus korupsi pagar laut menjalar ke korporasi.

Kehadiran Jaksa Agung Muda Intelijen yang Dinilai Aneh

Kehadiran Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani dalam acara penyerahan dana CSR tersebut dianggap tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Kehadiran ini justru menguatkan spekulasi adanya upaya perlindungan terhadap kepentingan korporasi Agung Sedayu Group.

Pemilik Tanggung Jawab Utama dalam Kasus Korupsi Pagar Laut

Secara hukum, tanggung jawab utama dalam kasus korupsi pagar laut seharusnya berada pada korporasi yang memesan dokumen untuk mendapatkan SHGB di wilayah laut, yaitu PT Intan Agung Makmur dan PT Cahaya Inti Sentosa, keduanya anak usaha Agung Sedayu Group milik Sugiyanto Kusuma.

Masyarakat Banten diimbau untuk tidak terkecoh dengan bantuan CSR yang diberikan, karena dikhawatirkan menjadi kompensasi agar kasus korupsi ini tidak menyentuh pemilik Agung Sedayu Group secara langsung.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar