Mengapa PSSI Harus Dibubarkan: Warisan Penjajah yang Menjadi Ladang Mafia
Penulis: Benz Jono Hartono
Praktisi Media Massa dan Vice Director Confederation ASEAN Journalist (CAJ) PWI Pusat
Ironi Sejarah Sepak Bola Indonesia
Sejarah sepak bola Indonesia dimulai dengan ironi besar. Penjajah Belanda memperkenalkan sepak bola ke tanah Hindia Belanda dengan dalih "peradaban" - permainan Eropa yang katanya mendidik sportivitas dan disiplin. Namun yang terjadi justru sebaliknya, permainan ini menjadi simbol kebangkitan martabat bangsa bumiputra. Dari lapangan tanah becek kampung, rakyat pribumi menantang dominasi Belanda dengan kaki telanjang. Sepak bola menjadi medan kehormatan dan lambang keberanian melawan penjajahan.
Transformasi PSSI dari Simbol Perjuangan ke Sarang Mafia
Sayangnya, warisan heroik sepak bola Indonesia kini telah dikhianati oleh para pewaris bangsa sendiri. PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) yang seharusnya menjadi rumah besar olahraga rakyat, telah berubah menjadi sarang kepentingan pribadi, kongsi judi, dan permainan uang kotor. Sepak bola Indonesia tidak lagi menjadi arena perjuangan rakyat, melainkan pertunjukan busuk dari para mafia olahraga.
Artikel Terkait
Anggota DPRD Pelalawan Ditetapkan Tersangka, Ijazah SD-SMP Diduga Palsu
Gibran Lesehan di Ruang Kelas yang Porak-Poranda, Dengarkan Jeritan Guru dan Siswa Korban Banjir
Iran Terpojok, Larijani Cari Solusi di Kremlin
Hoaks di Media Sosial: Jerat Hukum Keonaran dari Zaman Merdeka hingga Era Digital