Rapor Merah CELIOS: Evaluasi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Center of Economic and Law Studies (CELIOS) merilis hasil survei evaluasi satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Lembaga ini memberikan nilai 3 untuk Prabowo dan 2 untuk Gibran dalam skala penilaian hingga 10.
Metodologi Survei CELIOS
Survei ini menggabungkan pendapat 120 jurnalis dari 60 media nasional dengan 1.338 responden publik dari berbagai wilayah Indonesia. Hasilnya menunjukkan tingkat ketidakpuasan yang signifikan terhadap kinerja pemerintah.
Elektabilitas Prabowo-Gibran Menurun
Data survei mengungkapkan penurunan elektabilitas pasangan tersebut, dengan 34% pemilih sebelumnya menyatakan tidak akan memilih kembali di pemilu mendatang. Sebanyak 56% responden menilai janji politik hanya dijalankan setengah hati, sementara 43% menilai tidak ada janji yang berhasil diraih.
Kinerja Pemerintah Dinilai Buruk
Sebanyak 72% responden menilai kinerja pemerintah buruk, dengan rincian 43% 'buruk' dan 29% 'sangat buruk'. Dalam hal kepemimpinan, 64% responden memberikan cap buruk atau sangat buruk.
Masalah Transparansi Anggaran dan Komunikasi
Isu transparansi menjadi sorotan dengan 81% responden menilai pengelolaan anggaran tidak transparan. Yang lebih memprihatinkan, 91% menilai komunikasi kebijakan pemerintah buruk atau sangat buruk.
Penegakan Hukum Dinilai Tumpul
Di bidang hukum, 75% responden menilai penegakan hukum kian tumpul. Muhammad Saleh, Peneliti Hukum CELIOS, menyoroti mandeknya reformasi sektor keamanan. Polri mendapat nilai 2 dan TNI nilai 3 dalam survei ini.
Tekanan Ekonomi dan Kebijakan Fiskal
Bakhrul Fikri, Peneliti Ekonomi CELIOS, mengungkapkan 84% responden menganggap pajak dan pungutan pemerintah memberatkan. Lebih dari separuh responden menilai bantuan ekonomi tidak membantu kebutuhan harian.
Dukungan Reshuffle Kabinet
Sebanyak 96% publik mendukung reshuffle kabinet untuk mengganti menteri yang dianggap gagal. Bahkan, 98% responden mendukung pemangkasan nomenklatur kementerian yang dinilai terlalu gemuk dan lamban.
Tuntutan Perbaikan Mendesak
Galau D. Muhammad menekankan bahwa publik menuntut evaluasi total, termasuk reshuffle kabinet dan efisiensi nomenklatur. Isu paling mendesak masih berkutat pada penciptaan lapangan kerja (23,5%) dan pengendalian harga kebutuhan pokok (22,4%).
Survei CELIOS ini menjadi sinyal jelas bahwa publik mengharapkan perbaikan menyeluruh dari pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menyelesaikan masalah ekonomi dasar dan meningkatkan transparansi kebijakan.
Artikel Terkait
Ivan Toney Cetak Hat-trick, Al Ahli Hajar Al Fateh 3-1 di Liga Pro Saudi
31 Pelajar SMP di Gowa Diamankan Polisi Usai Konvoi Bawa Senjata Tajam
DWP Kemenko Perekonomian dan WBI Beri Penghargaan Kartini Muda ke Desainer Muda Pelestari Wastra Nusantara
PSG ke Final Liga Champions Usai Tumbangkan Bayern, Arsenal Jadi Lawan di Partai Puncak