SURABAYA – Keputusan itu cukup mengejutkan. Rizky Dwi Pangestu, mantan striker Persebaya Surabaya, ternyata memilih untuk hijrah ke Garudayaksa FC. Padahal, sebenarnya peluang untuk tetap bermain di Super League masih terbuka lebar baginya.
Namun begitu, pemain asal Banyuwangi ini punya pertimbangan sendiri. Ia mengaku sempat mendapat tawaran dari dua klub papan atas, yaitu Semen Padang dan Persijap Jepara. Tapi hatinya condong ke arah lain.
“Sebenarnya ada tawaran dari Semen Padang dan Persijap Jepara. Tapi saya lebih memilih untuk bergabung dengan Garudayaksa FC,”
ungkap Rizky saat berbincang dengan media.
Alasan di Balik Pilihan
Bagi Rizky, ini soal kalkulasi yang jernih. Peluang untuk bermain secara reguler di Super League dinilainya sangat kecil. Apalagi dengan aturan pemain asing yang sekarang makin ketat, posisi striker lokal seperti dirinya jadi semakin terjepit.
“Kalau saya tetap bermain di Super League, mungkin menit bermain saya masih akan minim. Sekarang kan ada delapan pemain asing yang bisa jadi starter,”
jelasnya. Jebolan PON Jawa Timur itu bicara berdasarkan pengalaman. Saat masih di Persebaya, ia hanya mendapat 76 menit dari total delapan penampilan angka yang sangat minim untuk pemain seusianya yang sedang butuh jam terbang.
Mimpi Naik Kasta
Di Garudayaksa FC, harapannya jelas: dapat kepercayaan dan main lebih sering. Tapi bukan cuma itu. Ada target yang lebih besar yang membuatnya yakin.
Artikel Terkait
Balas Dendam Korea Selatan Siap Uji Nyali Garuda Futsal di Indonesia Arena
Persis Solo Garap Lima Pemain Baru, Trio Serbia Jadi Andalan
Persebaya Ganti Haluan: Dari MBG ke BBM, Tavares Siapkan Era Baru di Lini Depan
Iran Diambang Mundur dari Piala Dunia 2026, Gejolak Politik dan AS Jadi Momok