Santet Halal Bikin Heboh, Pesulap Merah Tantang Rp 25 Juta/Bulan Plus Rumah!

- Minggu, 19 Oktober 2025 | 08:50 WIB
Santet Halal Bikin Heboh, Pesulap Merah Tantang Rp 25 Juta/Bulan Plus Rumah!

Viral Pernyataan Santet Halal, Pesulap Merah Tantang Buktikan dan Siap Tanggung Dosanya

Pesulap Merah, Marcel Radhival, membuat pernyataan mengejutkan terkait viralnya isu santet halal. Melalui akun Instagram @marcelradhival, pesulap terkenal ini menantang siapa pun yang mengklaim bisa menyantet.

Tantangan Terbuka Pesulap Merah Soal Santet

"Kalau santet haram, gua yang tanggung dosanya. Coba sok kalau berhasil membuktikan santet itu ada, gua kasih rumah cash dimana pun plus uang Rp 25 juta per bulan seumur hidup," tegas Marcel dalam videonya.

Marcel dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk debat terbuka. "Welcome debat terbuka, pembuktian langsung aja," tambahnya menantang.

Latar Belakang Viralnya Isu Santet Halal

Pernyataan kontroversial tentang santet halal ini awalnya viral dari seorang alumni Pondok Pesantren Lirboyo asal Banyuwangi. Video yang diunggah akun @syanwar.setopbox menampilkan pernyataan "kalau santet halal, saya santet" dalam aksi protes di Kantor Transmedia Surabaya.

Protes tersebut ditujukan terhadap tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang dinilai mengandung unsur SARA dan menghina pondok pesantren, khususnya Ponpes Lirboyo Kediri.

Klaim Candaan dan Respons Pesulap Merah

Setelah viral, muncul klaim bahwa pernyataan tentang santet tersebut hanya candaan. Seorang pengguna mengirim DM kepada Marcel yang menyatakan: "Hee om, ini ada saya ini cuma guyon, coba cari lengkapnya pada ketawa semua."

Marcel merespons dengan tegas: "Karena guyon pake kata 'banyuwangi' dan 'santet' ini melukai hati para korban tragedi fitnahan dukun santet di Banyuwangi, mungkin next time lebih beradab dalam bercanda."

Pesulap Merah bahkan menawarkan untuk bertemu langsung: "Perlu saya samperin kali nih buat klarifikasi bahwa itu cuma guyon? Atau datang ke kantor saya boleh buat ngobrol sambil saya sediain kopi dan makan makan disini."

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar