Prabowo Berburu Utang Fiktif Rp8.000 T: Jokowi Terseret? Lembaga Kajian Nawacita Bongkar Skandal Bank China!

- Minggu, 19 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Prabowo Berburu Utang Fiktif Rp8.000 T: Jokowi Terseret? Lembaga Kajian Nawacita Bongkar Skandal Bank China!

Prabowo Kejar Utang Fiktif Rp 8.000 Triliun: Jokowi Terseret Skandal Bank China

Gugus Tugas NSI Lembaga Kajian Nawacita (LKN) mengungkap skandal keuangan senilai Rp 8.000 triliun yang sedang diburu langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pengungkapan mengejutkan ini, mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diduga ikut terseret dalam skema "utang fiktif Bank China" yang menjadi perhatian dunia internasional.

Modus Utang Fiktif Rp 8.000 Triliun Terbongkar

Menurut Gunawan Jodi Gunawan, Ketua Gugus Tugas NSI LKN, skema "utang bodong" ini telah berlangsung lama dengan modus yang sangat licin. Proyek-proyek BUMN seperti Taspen, Waskita Karya, dan Pertamina seolah-olah memiliki pinjaman dari bank-bank China, namun setelah ditelusuri, dokumen pinjamannya tidak pernah ada.

"Ini bukan pinjaman sungguhan. Uangnya ada di Indonesia, milik para koruptor dalam negeri, tapi dibuat seolah berasal dari utang luar negeri. China hanya dapat konsesi tambang dan smelter nikel sebagai gantinya," tegas Gunawan dalam kanal YouTube Suara Anda.

Keterlibatan Xi Jinping dalam Skandal

Lebih mengejutkan lagi, Gunawan mengklaim Presiden China Xi Jinping kini dalam tahanan rumah akibat skandal keuangan tersebut. Informasi ini disebut berasal dari analisis data dua tahun terakhir.

"Setelah pertemuan Prabowo dengan Li Qiang di Istana, Xi Jinping pulang ke Beijing dan langsung ditahan delapan hari. Itu reward atas temuan bukti-bukti Prabowo," ungkap Gunawan, menyebut adanya soft coup di Beijing yang mengguncang Partai Komunis China.

Jaringan Dalang Utang Bodong Terungkap

Jaringan utang bodong Rp 8.000 triliun ini disebut melibatkan perbankan nasional dan pejabat tinggi yang selama ini "bermain di balik layar". Dana tersebut disamarkan dalam bentuk investasi dan proyek infrastruktur raksasa, lalu dicatat seolah utang luar negeri.

"Prabowo sedang kejar ini. Mafia keuangan yang lebih berbahaya dari mafia beras, pupuk, atau minyak. Ini soal kedaulatan ekonomi," kata Gunawan menegaskan.

Dampak Krisis Beijing terhadap Indonesia

Gunawan menilai kudeta halus di Tiongkok bisa menjalar ke kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Banyak pejabat pro-Tiongkok kini mulai ketakutan karena peta kekuatan global berubah, dengan Prabowo disebut sedang melakukan "reorientasi besar-besaran" menuju blok Amerika.

Prabowo vs Jokowi: Babak Baru Dimulai?

Meski tidak menyebut langsung keterlibatan Jokowi, Gunawan mengisyaratkan bahwa "geng Solo" masih punya bayang-bayang dalam skema lama. Publik kini menanti apakah pembongkaran utang fiktif Rp 8.000 triliun ini akan membuka jalan bagi bersih-bersih besar-besaran di tubuh pemerintahan dan BUMN.

"Yang jelas, Prabowo tidak sedang main-main. Ia sedang melawan jaringan yang mengakar puluhan tahun," tutup Gunawan.

Komentar