Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Para ulama mempertimbangkan konteks dan kemampuan yang dimiliki seorang pemimpin dalam menerapkan syariat Islam, terutama di tengah tantangan sistem dan lingkungan yang ada.
4. Konteks Historis Turki yang Sangat Sekuler
Turki memiliki sejarah sekularisme yang sangat kuat. Pada masa lalu, azan bahkan dilarang dikumandangkan dalam bahasa Arab, dan politisi yang memperjuangkan nilai Islam kerap mendapat ancaman hingga dibunuh. Dalam kondisi seperti ini, upaya apa pun untuk mendekatkan diri pada syariat Islam dianggap sebagai langkah yang sangat berharga.
5. Kemajuan Bertahap di Bawah Kepemimpinan Erdogan
Sejak Erdogan memimpin, berbagai kebijakan yang membawa nilai-nilai Islam mulai diperkenalkan kembali secara bertahap. Meski tidak sempurna, perubahan ini dianggap sebagai progress positif setelah sekian lama Islam dipinggirkan. Hal inilah yang membuat banyak ulama berprasangka baik dan tidak terburu-buru menjatuhkan vonis kafir kepadanya.
Artikel asli: https://muslim.or.id/92520-kenapa-banyak-ulama-yang-tidak-mengkafirkan-erdogan-padahal-dia-pemimpin-di-negara-demokrasi.html
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut di Andalusia: 40 Tewas dan Dugaan Kerusakan Rel di Balik Tragedi Kereta Cepat
Ibadah Minggu Berakhir Tragis: 163 Jemaat Diculik Bandit di Kaduna
Detak Hati di Lereng Bulusaraung: Saat Tim SAR Menemukan Korban Kedua di Dahan Pohon
Kiai-Kiai Cirebon Desak PBNU: Pecat Kader Tersangka Korupsi Sekarang Juga