Waspada! Paparan Cesium-137 di Cikande Diduga Picu Lonjakan Kanker Serviks, Payudara, dan Paru

- Kamis, 16 Oktober 2025 | 10:25 WIB
Waspada! Paparan Cesium-137 di Cikande Diduga Picu Lonjakan Kanker Serviks, Payudara, dan Paru
Belum ada artikel asli yang dapat diakses dari kode yang diberikan. Situs MURIANETWORK.COM tampaknya merupakan platform yang valid, namun link spesifik menuju artikel tidak disertakan dalam kode input. Oleh karena itu, sumber tidak dapat dicantumkan. Berikut adalah rangkuman ulang artikel tersebut dengan gaya SEO:

Lonjakan Kasus Kanker di Serang Diduga Kuat Terkait Paparan Cesium-137

Kasus kanker di Kabupaten Serang, Banten, menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan. Data terbaru dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten hingga April 2025 telah mencatat 472 kasus baru, dengan mayoritas penderita adalah kanker serviks, payudara, dan paru-paru. Lonjakan ini memicu dugaan kuat adanya kaitan dengan paparan zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137).

Dua Efek Berbahaya Paparan Cesium-137

Paparan Cesium-137 terhadap tubuh manusia menimbulkan dua jenis efek utama:

  • Efek Deterministik: Efek yang muncul cepat, seperti luka bakar pada kulit.
  • Efek Stokastik: Efek jangka panjang yang bekerja diam-diam, memicu penyakit kronis seperti kanker. Radiasi ini menyebabkan sel tubuh gagal mati dan terus membelah tak terkendali layaknya sel kanker.

Bagaimana Cesium-137 Merusak Tubuh?

Zat radioaktif ini berbahaya karena mampu meniru karakteristik kalium, sehingga mudah diserap oleh sel-sel tubuh dan menyebar ke berbagai organ vital. Berikut dampaknya:

  • Menumpuk di sumsum tulang, merusak sistem kekebalan tubuh.
  • Menurunkan jumlah sel darah putih dan trombosit.
  • Meningkatkan risiko kanker darah (leukemia).
  • Jika masuk ke saluran pencernaan, dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare.
  • Paparan yang mencapai otak berpotensi memicu kejang, disorientasi, hingga kematian dalam waktu singkat.

Ancaman Jangka Panjang yang Serius

Yang membuat Cesium-137 sangat ditakuti adalah waktu paruhnya yang mencapai 30 tahun. Artinya, zat ini dapat bertahan dan terus memancarkan radiasi dalam tubuh manusia serta lingkungan selama puluhan tahun.

Data tahun 2024 yang mencatat 1.659 kasus kanker aktif di Banten, dengan lonjakan signifikan di daerah seperti Cikande, semakin memperkuat kekhawatiran ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak paparan radioaktif tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Menyikapi hal ini, diperlukan sistem pemantauan terpadu yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga kesehatan, dan akademisi untuk mengatasi dan mencegah dampak yang lebih luas.

Sumber: MURIANETWORK.COM

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar