Pengakuan Heryanto bahwa Dina-lah yang meminta dicarikan "orang pintar" ditepis keras oleh keluarga. Ibunda korban, Yayah, dengan suara parau menahan amarah, membantah mentah-mentah narasi yang dibangun pelaku.
"Anak saya bukan tipe yang percaya begituan. Dia tidak pernah urus hal-hal mistis," tegas Yayah, membela nama baik almarhumah putrinya. Ia pun mempertanyakan logika sesat dari pengakuan tersebut, "Kalau pun benar dia minta dicarikan orang pintar, kenapa harus dibunuh?"
Upaya Pelaku Membelokkan Fakta
Narasi yang dibangun Heryanto seolah berusaha menunjukkan bahwa Dina yang datang padanya dengan maksud pribadi. Namun, bagi keluarga, ini adalah bentuk fitnah terhadap korban yang sudah tidak bisa membela diri.
Suara Yayah berdiri tegak melawan kabut dusta yang diciptakan pelaku. Ia menolak anaknya diseret dalam cerita palsu dan berjuang untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Dina yang penuh liku-laku keji.
Sumber: https://herald.id/2025/10/14/fitnah-heryanto-setelah-kematian-dina/amp/
Artikel Terkait
Prabowo Gerakkan Semua Lini Negara untuk Tangani Bencana Sumatera
Ketika Banjir Surut, Ingatan pun Ikut Mengering
Masyarakat Adat Terjepit di Tengah Derasnya Alih Fungsi Hutan untuk Sawit
Pascabencana Sumatera, Rehabilitasi Mulai Dirancang Meski Kendala Logistik Menghadang