Mahfud MD: Utang Kereta Cepat Whoosh Ancam Kedaulatan Bangsa
Mahfud MD, mantan Menko Polhukam, memberikan tanggapan tegas menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak penggunaan APBN untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).
Ancaman Utang Whoosh bagi Indonesia
Dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube resminya, Mahfud MD menyatakan bahwa proyek Whoosh mengancam masa depan kedaulatan bangsa. Ia menyoroti besarnya utang proyek ini yang terus bertambah, padahal awalnya diklaim sebagai kerja sama bisnis ke bisnis (B to B).
Beban Keuangan yang Tidak Seimbang
Mahfud mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa beban bunga utang Whoosh telah mencapai Rp2 triliun per tahun. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan pendapatan dari penjualan tiket yang maksimal hanya Rp1,5 triliun per tahun. Kondisi ini memaksa negara untuk terus menalangi kekurangan pembayaran.
Proyeksi Pelunasan yang Mengkhawatirkan
Dengan realitas finansial tersebut, Mahfud memprediksi bahwa pelunasan utang Whoosh dalam kondisi normal dapat memakan waktu 70 hingga 80 tahun. Proyeksi ini menunjukkan betapa beratnya beban keuangan yang harus ditanggung akibat proyek ini.
Profil Investasi Kereta Cepat Whoosh
Kereta Cepat Jakarta-Bandung dibangun dengan total investasi sebesar 7,2 miliar dolar AS atau setara Rp116,54 triliun. Sebanyak 75% dari total biaya investasi berasal dari pinjaman China Development Bank, sementara sisanya merupakan setoran modal dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (60%) dan Beijing Yawan HSR Co Ltd (40%).
Sumber: https://rmol.id/read/2025/10/15/683221/whoosh-ancam-masa-depan-kedaulatan-bangsa-
Artikel Terkait
Perindo Sultra Kurban Lima Sapi untuk Warga Kurang Mampu di Kendari
Atta Halilintar Sebar 12 Ekor Sapi Kurban ke Sejumlah Daerah di Jawa Barat
Ria Ricis Buka Suara soal Operasi Hidung: Bukan demi Estetika, tapi karena Gangguan Pernapasan Akibat Tulang Bengkok
MUI: Penggunaan APBN untuk Hewan Kurban Presiden Tidak Melanggar Syariat Islam