Dia menegaskan bahwa skema pembiayaan proyek ini adalah business to business, bukan antar negara. Oleh karena itu, tanggung jawab penyelesaian utang ratusan triliun kepada China Development Bank seharusnya menjadi beban BUMN, bukan ditanggung oleh negara melalui APBN.
Peran Danantara dalam Penyelesaian Masalah
Ubed menyimpulkan bahwa pendapat Purbaya mengenai perlunya Danantara turun tangan menyelesaikan masalah ini adalah rasional. Mengingat BUMN telah berada dalam kendali Danantara, maka lembaga inilah yang memiliki kewajiban untuk menangani persoalan utang Whoosh.
Dia menegaskan bahwa mekanisme penyelesaian harus tetap mengacu pada kesepakatan awal sebagai proyek bisnis murni, tanpa melibatkan anggaran negara.
Artikel Terkait
Parkir Darurat Banjir Dihargai Rp1,5 Juta, Mobil Tetap Terendam
23 Desa di Kendal Terendam, Ribuan Rumah Tergenang Banjir
Ketika Mesin Pintar, Apakah Kita Masih Benar-Benar Belajar?
Video Pengeroyokan Picu Dua Laporan Hukum di SMKN 3 Berbak