Whoosh Dinilai Jadi Bom Waktu, Akademisi Sebut Bisa Bahayakan Negara
Akademisi Ubedilah Badrun menyoroti proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung yang dinilainya membahayakan negara. Menurutnya, proyek strategis nasional ini justru berujung pada beban utang yang sangat berat bagi Indonesia.
Ubed menjelaskan bahwa proyek Whoosh tidak hanya dibebani utang yang telah mencapai lebih dari Rp 100 triliun, tetapi juga harus menanggung kerugian operasional setiap tahunnya, yang disebutkan hampir mencapai Rp 4,1 triliun. Kombinasi beban utang dan kerugian tahunan ini membuatnya menilai bisnis kereta api cepat ini tidak masuk akal secara finansial.
Dia mengkhawatirkan kondisi ini akan menjadi bom waktu bagi negara, mengingat mustahilnya melunasi utang sementara operasional terus merugi. Pernyataan ini disampaikannya dalam channel YouTube Forum Keadilan TV.
APBN Tidak Seharusnya Menanggung Utang Whoosh
Ubed mendukung pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak penggunaan APBN untuk membayar utang Whoosh. Menurutnya, hal ini logis mengingat proyek kereta cepat sejak awal merupakan kerja sama bisnis antara perusahaan China dengan BUMN Indonesia melalui PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Artikel Terkait
Menhub Siapkan 841 Kapal untuk Angkut 3,2 Juta Pemudik Lebaran 2026
IHSG Melonjak 1,67%, Sentimen Positif Dominasi Pasar Saham
Mojtaba Khamenei, Putra Pemimpin Tertinggi, Disebut Calon Kuat Penerus Kekuasaan di Iran
Pelatihan Al-Quran Isyarat Cetak Guru Baru untuk Pendidikan Inklusif