Andre juga menyoroti besarnya dukungan yang telah diberikan PSSI kepada Kluivert dan timnya. Fasilitas yang diberikan jauh lebih besar dibandingkan era pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong.
"Dukungannya luar biasa. Kalau Shin Tae-yong dibantu lima sampai sembilan orang dari Korea, Kluivert ini bawa 14 orang dari Belanda dengan fasilitas bisnis class. Dengan dukungan sebesar itu, kegagalan harus berujung pada evaluasi dan pemecatan," sambungnya.
Ikatan Batin Pelatih dan Pemain Dipertanyakan
Lebih lanjut, Andre mengkritik hubungan antara pelatih dan pemain. Ia menilai tidak ada ikatan batin yang positif antara Patrick Kluivert dengan skuat Timnas Indonesia.
"Engagement-nya kurang. Rasanya dia seperti pelatih tim antar kampung (tarkam) yang hanya datang ketika ada pertandingan saja," ucap Andre tanpa ragu.
Meski keputusan akhir ada di tangan PSSI, Andre mengingatkan bahwa masih banyak pelatih asal Belanda lain yang mungkin lebih kompeten. Jika hasil yang didapat justru lebih buruk, maka wajar jika Kluivert menerima konsekuensi yang sama seperti pendahulunya.
Sumber: disway.id
Artikel Terkait
Banjir Bandang Tapanuli: Ketika Izin di Hulu Menyiapkan Jalan bagi Bencana
Jalur Tarutung-Sibolga Masih Terkepung, Normalisasi Butuh Waktu
Malaysia Pionir Bantuan Medis untuk Korban Banjir Aceh
Pasca-Bencana Sumut, Menko PMK Tinjau Langsung Korban dan Rencana Huntara