Sebanyak tujuh anggota Brimob telah diamankan atas insiden pelindasan driver ojek online (ojol) saat demo di depan DPR hingga tewas.
Divisi Propam Polri turun tangan dalam mengamankan dan memeriksa tujuh anggota Brimob yang melindas ojol hingga tewas tersebut.
Kabid Propam Mabes Polri Irjen Abdul Karim menyebut siapa saja tujuh anggota Brimob yang terlibat dalam pelindasan ojol tersebut.
“Pertama berpangkat Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J," kata Abdul Karim.
Usai insiden pelindasan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ikut menjadi sorotan.
Kolom komentar media sosial Instagram resmi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dipenuhi oleh kekesalan warganet.
Tak sedikit dari mereka yang meluapkan kekesalannya dengan meminta agar Listyo Sigit Prabowo untuk mundur dari jabatannya.
Warganet meminta, agar Kapolri ikut bertanggung jawab atas kasus tersebut.
“Please sadar diri, mundur dari Kapolri. Selama masa jabatan anda makin nggak ada berita baik dari institusi anda,” kata @puqxxxxx.
“Orang ini yang paling bertanggung jawab, lo digaji, dikasih wewenang komando bukan untuk lindes orang,” kata @fahxxxx.
“Pilih dipecat rakyat atau mengundurkan diri?” Kata @vetxxxxx.
“Nggak ada pilihan lain untuk bapak selain mundur dari jabatan,” kata @afxxxx.
Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri telah meminta maaf serta mendatangi keluarga Affan Kurniawan, ojol yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, Jumat (29/8) dini hari.
Selain itu, Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan bahwa pihaknya menemui pengurus lingkungan tempat tinggal ojol yang dilindas Brimob itu untuk mengurus semua keperluan almarhum.***
Sumber: ayobandung
Foto:
Artikel Terkait
Nastar hingga Kue Kacang: Kisah di Balik Kue Kering Wajib Lebaran
Once Mekel Dorong Keseimbangan Hak Cipta dan Akses Publik dalam Revisi UU
Batu Karst Pundo Siping, Kejutan Alam Fotogenik di Tengah Lahan Kering Jeneponto
Komisi VIII DPR Pastikan Persiapan Haji 2026 Berjalan, Arab Saudi Belum Beri Penjelasan Resmi