Dedi menyoroti fenomena warga yang terpaksa berutang melalui pinjaman online hingga bank keliling demi membiayai kegiatan sekolah anaknya. Karena itu, ia menekankan bahwa sekolah seharusnya tidak menjadi sumber tekanan finansial bagi orang tua.
Selain itu, Dedi juga tengah menyusun langkah untuk menekan pengeluaran harian wali murid, khususnya untuk kebutuhan jajan anak di sekolah.
"Nah, bagaimana yang miskin? Yang Rp15 ribu itu uangnya harus ditekan, misalnya dengan pola makan bergizi gratis (MBG), atau bawa bekal dari rumah kalau MBG belum tersedia. Jadi uang jajannya bisa ditabung," kata Dedi.
Dedi menegaskan bahwa efisiensi dari hal-hal kecil saat masa sekolah bisa memberikan dampak besar dalam jangka panjang. Salah satunya adalah membantu orang tua menabung untuk membeli rumah.
"Jadi dalam waktu yang tidak terlalu lama, orang Jawa Barat bisa punya tempat tinggal sendiri," demikian Dedi dikutip dari RMOLJabar.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Jokowi: Makna Lebaran adalah Kesabaran dan Saling Memaafkan
Tiran Group Gelar Salat Id dan Santunan di Makassar, Pererat Kebersamaan
Mentan Amran Rayakan Idulfitri dan Dengarkan Aspirasi Warga di Kampung Halaman Bone
Menag Ajak Umat Islam Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial di Idulfitri