Seorang warga Israel yang diduga pernah terlibat dalam aksi militer terhadap warga Palestina kini menjadi sorotan setelah muncul di Bali dan bekerja sama dengan sebuah merek Indonesia. Kehadirannya menuai kemarahan publik, terutama di media sosial, karena dinilai tidak sensitif terhadap konflik yang sedang berlangsung.
Dalam unggahan di platform X, akun @dagadgetboy menyebutkan bahwa orang tersebut telah membunuh warga Palestina dan kini tinggal di Bali sambil berkolaborasi dengan merek lokal. Unggahan itu langsung viral dan memicu perdebatan sengit. Banyak warganet yang mengecam tindakan tersebut dan mempertanyakan mengapa Indonesia masih menjadi tempat yang aman bagi warga Israel yang dianggap terlibat kekerasan.
Sementara itu, sejumlah aktivis Palestina justru ditangkap dan dideportasi ke Siprus dengan tuduhan terorisme. Hal ini dinilai sebagai bentuk ketidakadilan, di mana pelaku kekerasan bisa bebas berkeliaran sementara pembela hak asasi manusia justru dipersekusi.
Beberapa warganet membandingkan situasi ini dengan Malaysia, di mana Perdana Menteri Anwar Ibrahim dikabarkan langsung menindak tegas warga Israel yang memiliki paspor ganda Amerika Serikat, meskipun mendapat ancaman dari petinggi AS. Menurut mereka, kebanyakan warga Israel yang bepergian ke luar negeri menggunakan paspor ganda untuk menghindari pembatasan diplomatik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang Indonesia terkait keberadaan warga Israel tersebut. Sementara itu, publik terus mendesak agar pemerintah mengambil sikap tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia, tanpa memandang kewarganegaraan.
Artikel Terkait
Kepala Desa Prihatin, Warga Tewas Dikeroyok gegara Curi Ayam
UAS Posting Foto Gadis Kecil Keysa, Singgung Kemiskinan di Tengah Kekayaan Alam
Anggota Komisi III DPR Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Terduga Maling Ayam di Bali
Pria Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan Usai Tertangkap Curi Ayam