Harga Komoditas Mayoritas Terkoreksi, Timah dan CPO Jadi Pengecualian

- Selasa, 28 Juli 2026 | 07:36 WIB
Harga Komoditas Mayoritas Terkoreksi, Timah dan CPO Jadi Pengecualian

Harga sejumlah komoditas mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Senin (27/7). Batu bara, nikel, dan minyak kelapa sawit (CPO) tercatat melemah, sementara timah justru mencatat kenaikan tipis.

Batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Agustus 2026 turun 2,14 persen ke level USD 132,50 per ton. Harga nikel di London Metal Exchange (LME) juga terkoreksi 0,96 persen menjadi USD 17.213 per ton.

Di sisi lain, harga timah naik 0,85 persen ke level USD 53.781 per ton. Sementara itu, harga CPO anjlok 1,04 persen menjadi MYR 4.673 per ton, mematahkan kenaikan terbaru yang sempat mencapai level tertinggi sejak awal April.

Pelemahan harga CPO dipicu oleh aksi ambil untung (profit-taking) pelaku pasar, penguatan nilai tukar ringgit Malaysia, serta melemahnya harga minyak nabati pesaing di bursa Dalian, China, dan Chicago, Amerika Serikat. Penurunan tajam harga minyak mentah juga turut menekan pasar setelah muncul harapan tercapainya solusi diplomatik di Timur Tengah, yang diperkirakan akan memperlancar kembali jalur pengiriman melalui Selat Hormuz.

Meski demikian, penurunan harga CPO tertahan oleh membaiknya permintaan ekspor. Lembaga survei kargo Intertek Testing Services (ITS) memperkirakan ekspor minyak sawit pada 1-25 Juli meningkat 15,9 persen dibandingkan periode yang sama pada Juni. Selain itu, kebijakan peningkatan mandatori campuran biodiesel di Indonesia dan Malaysia diperkirakan akan mendorong konsumsi minyak sawit. Dari sisi permintaan global, impor minyak nabati India sebagai pembeli terbesar di dunia diproyeksikan meningkat pada Juli hingga Oktober karena pasokan yang semakin ketat menjelang musim festival.

Sementara itu, risiko cuaca juga masih menopang harga. Otoritas di Kuala Lumpur memperingatkan suhu yang diperkirakan mencapai rekor tertinggi berpotensi menekan produksi minyak sawit tahun depan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags