Pria Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan Usai Tertangkap Curi Ayam

- Senin, 27 Juli 2026 | 11:00 WIB
Pria Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan Usai Tertangkap Curi Ayam

Aksi main hakim sendiri kembali menelan korban jiwa di Bali. Seorang pria berinisial KD tewas setelah dikeroyok massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (24/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA.

Peristiwa itu dipicu setelah korban tertangkap tangan saat diduga hendak mencuri seekor ayam aduan milik warga setempat. Emosi massa langsung tersulut, mengingat maraknya kasus kehilangan hewan ternak di wilayah tersebut.

Kejadian bermula saat warga memergoki korban di sekitar lokasi. Teriakan "maling" segera mengundang warga lain berdatangan. Dalam waktu singkat, korban dikepung dan menjadi sasaran amuk massa. Pengeroyokan dilakukan secara brutal menggunakan benda tumpul hingga korban meninggal di tempat.

Tak berhenti di situ, massa yang geram juga membakar satu unit sepeda motor milik korban hingga ludes. Suasana duka menyelimuti keluarga korban, termasuk saat anak korban tiba di lokasi dan tak kuasa menahan tangis melihat jasad sang ayah.

Polisi Selidiki Kasus

Kasus ini kini ditangani secara intensif oleh pihak kepolisian setempat. Dari tempat kejadian perkara (TKP), petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa seekor ayam aduan, sebilah golok, bangkai sepeda motor yang terbakar, serta tas milik korban berisi tang, ketapel, batu, dan uang tunai.

"Kasus ini masih dalam penanganan intensif kami. Penyelidikan tidak hanya menyasar dugaan aksi pencurian awal, tetapi juga tindakan kekerasan massal yang mengakibatkan korban meninggal dunia," tegas pihak kepolisian dalam keterangannya.

Pihak kepolisian kembali mengingatkan warga agar tidak mengambil tindakan sendiri. "Kami imbau keras kepada masyarakat agar jangan pernah melakukan aksi main hakim sendiri. Jika menemukan dugaan tindak pidana, segera amankan dan laporkan ke Polsek terdekat agar diproses sesuai hukum yang berlaku," tambahnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags