Ambulans Tertahan di Pos Pemeriksaan, Bayi Meninggal Saat Dilahirkan di Dalam Kendaraan

- Selasa, 28 Juli 2026 | 07:35 WIB
Ambulans Tertahan di Pos Pemeriksaan, Bayi Meninggal Saat Dilahirkan di Dalam Kendaraan

Seorang perempuan Palestina yang tengah hamil enam bulan kehilangan bayinya setelah ambulans yang membawanya tertahan di pos pemeriksaan militer Israel di Tepi Barat. Petugas medis mengatakan bayi itu lahir dalam kondisi meninggal dunia saat persalinan darurat di dalam ambulans.

Perempuan berusia 28 tahun itu dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengalami pendarahan hebat ketika tim medis menjemputnya dari rumahnya di desa Qaryout, selatan Nablus. Petugas medis Bashar Qaryouti mengatakan pasien diberi oksigen dan segera dibawa menuju Rumah Sakit Rafidia di Nablus.

"Dia menderita pendarahan hebat dan kondisinya sangat kritis," kata Qaryouti.

Perjalanan menuju rumah sakit terhambat karena sejumlah jalan diblokade. Pintu masuk ke desa terdekat ditutup, memaksa ambulans memutar melalui jalan tanah di kebun zaitun. Sesampainya di pos pemeriksaan Awarta, gerbang tertutup dan antrean kendaraan mengular.

Qaryouti mengemudi ke depan antrean sambil menyalakan sirene. Sekitar sepuluh menit kemudian, tentara muncul dari menara pengawas dan memerintahkan ambulans dimatikan. Meski Qaryouti menjelaskan peralatan medis sedang digunakan untuk menyelamatkan nyawa, tentara tetap memaksanya mematikan kendaraan dengan todongan senjata. Kartu identitas kru pun disita.

Karena ambulans tak bisa bergerak, kondisi perempuan itu semakin memburuk. Perawat yang mendampingi terpaksa membantu persalinan di dalam kendaraan. "Bayi itu lahir meninggal," ujar Qaryouti.

Setelah menunggu lebih dari 30 menit, tentara mengembalikan kartu identitas dan mengizinkan ambulans melanjutkan perjalanan. Sesampainya di rumah sakit, sang ibu langsung dilarikan ke ruang operasi untuk menghentikan pendarahan.

Direktur Rumah Sakit Rafidia, Fouad Nafaa, menegaskan bahwa perempuan itu dicegah oleh tentara Israel untuk sampai ke rumah sakit. Pendarahannya kini berhasil dikendalikan dan kondisinya stabil.

Militer Israel membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataan kepada AFP, mereka mengatakan klaim bahwa tentara menunda ambulans di pos pemeriksaan Awarta adalah salah dan mereka tidak menerima laporan insiden dari pihak Palestina.

Peristiwa ini terjadi di tengah operasi kontra-terorisme yang dilancarkan militer Israel di seluruh Tepi Barat, yang menyebabkan sejumlah penutupan jalan. Operasi itu menyusul bentrokan mematikan antara pemukim Israel dan warga Palestina di desa Tell pada Jumat lalu, yang menewaskan dua warga Israel dan empat warga Palestina. Kekerasan di Tepi Barat, yang diduduki Israel sejak 1967, meningkat sejak perang Gaza dimulai dengan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags