Israel Gerebek Kamp Pengungsi di Tepi Barat, 20 Warga Ditangkap

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:40 WIB
Israel Gerebek Kamp Pengungsi di Tepi Barat, 20 Warga Ditangkap

Pasukan Israel menggerebek kamp pengungsi Palestina di Tepi Barat dan menangkap sedikitnya 20 orang. Operasi ini disebut sebagai bagian dari upaya untuk menggusur dan mengintimidasi warga Palestina.

Penggerebekan dimulai Selasa malam sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Pasukan Israel terus menambah personel ke dalam kamp pengungsi tersebut. Mereka melakukan penangkapan sekaligus intimidasi terhadap warga. Banyak pihak menilai intimidasi inilah tujuan utama dari penggerebekan-penggerebekan tersebut.

Reporter Al Jazeera, Nida Ibrahim, melaporkan dari Qalandiya, Tepi Barat yang diduduki, bahwa situasi semakin berbahaya bagi jurnalis untuk berada di dalam kamp. Seorang jurnalis yang meliput operasi militer Israel pagi ini bahkan dipukuli oleh tentara Israel yang berjaga di lokasi.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan telah memerintahkan militer untuk melancarkan penggerebekan di kamp pengungsi keempat. Langkah ini menyusul operasi serupa di tiga kamp pengungsi lainnya di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki. Tiga lokasi itu sebelumnya telah digerebek dan dikepung, serta mengakibatkan penggusuran paksa terhadap warga Palestina di sana.

Nama kamp yang baru digerebek tidak diumumkan. Sejumlah pejabat militer Israel juga mengungkapkan keberatan karena mereka tidak memiliki cukup personel untuk memasuki dan menduduki kamp-kamp tersebut. Situasi yang terjadi saat ini tampaknya merupakan bentuk intimidasi terhadap warga Palestina yang khawatir kamp mereka akan menjadi sasaran berikutnya.

Pihak Israel berdalih bahwa penggerebekan ini bertujuan menciptakan "keamanan yang lebih baik" dan menghadapi warga Palestina yang merencanakan serangan. Namun pada kenyataannya, tindakan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari eskalasi Israel di Tepi Barat yang diduduki, yang pada akhirnya bertujuan untuk terus menanamkan rasa takut dan memaksa warga meninggalkan tanah mereka.

Sementara itu, wartawan AFP melihat sekitar belasan jip militer lapis baja memasuki kamp Qalandia. Aksesnya kini ditutup oleh tentara Israel bagi pers maupun warga. "Pasukan keamanan sedang beroperasi di area kamp Qalandia untuk menggagalkan aksi teror dan menangkap individu-individu yang dicari," kata seorang pejabat militer kepada AFP.

Badan Kementerian Pertahanan Israel, COGAT, yang menangani urusan sipil di wilayah Palestina, berdalih bahwa operasi berskala besar tersebut menargetkan "elemen teroris, infrastruktur teroris, serta kepemilikan dan perdagangan senjata". "Kami tidak akan membiarkan kamp ini menjadi pusat terorisme atau tempat perlindungan bagi teroris dan penjahat, sama seperti kami tidak mengizinkan hal tersebut di kamp-kamp lain di seluruh Yudea dan Samaria," tambah pernyataan itu, menggunakan nama alkitabiah untuk Tepi Barat, wilayah yang diduduki Israel sejak 1967.

Mohammad Aslan, juru bicara komite yang mengelola urusan kamp Qalandia, mengatakan bahwa tentara Israel telah menangkap sedikitnya 20 orang dan menempatkan pasukan di atap sejumlah rumah di dalam kamp.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags