Ustadz Abdul Somad (UAS) mengunggah foto seorang gadis kecil bernama Keysa yang tengah menangis di media sosialnya. Gadis itu menjadi perhatian publik setelah ayahnya meninggal dunia akibat dikeroyok massa karena ketahuan mencuri ayam di Bali. Postingan tersebut muncul di akun Facebook dan Instagram resmi UAS, disertai caption yang menyentuh soal kondisi sosial bangsa.
Dalam unggahannya, UAS menulis, "Gadis kecil itu anak kita, keponakan kita, adik kita, diri kita. Mencuri ayam tidak benar. Tapi ayam dibayar dengan nyawa tidak bisa dibenarkan." Ia juga menyoroti ironi kekayaan alam Indonesia yang melimpah namun rakyat masih hidup susah. "Di tengah negeri gemah ripah loh jinawi, emas, nikel, minyak dan gas melimpah, negeri penuh berkah, tapi rakyat susah," tulisnya.
UAS juga membagikan potongan video yang membacakan isi caption tersebut. Unggahan ini menuai reaksi puluhan ribu netizen yang membanjiri kolom komentar dengan kritik terhadap kondisi bangsa.
Sebelumnya, saat menerima kunjungan Utusan Khusus Presiden Muhammad Mardiono, UAS menyampaikan lima kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi agar tercipta ketenteraman. Kelima hal itu adalah infrastruktur jalan yang baik, sekolah gratis, lapangan pekerjaan, biaya berobat yang terjangkau, serta tempat ibadah yang nyaman. "Kemanapun dia pergi jalan bagus, biaya murah sekolah dan gratis, lapangan pekerjaan murah, biaya berobat subsidi besar, tempat ibadah sarana dan prasarana baik, kalau itu dipenuhi maka akan adem ayem," ujar UAS.
Artikel Terkait
Kepala Desa Prihatin, Warga Tewas Dikeroyok gegara Curi Ayam
Anggota Komisi III DPR Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Terduga Maling Ayam di Bali
Pria Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan Usai Tertangkap Curi Ayam
Imigrasi Cegah Dua WNA Penyelenggara Event Lari di Bali, Dilarang Atur Acara di Indonesia