Tegasnya, Prabowo berbasa-basi membela Jokowi. Namun dirinya sadar bahwa arus kemarahan rakyat akan terus membesar menuntut keadilan dalam bernegara. Bahkan desakan adili Jokowi telah menjadi jargon revolusi.
Pemanasan revolusi dimaksut secara perlahan memantik kesadaran kolektif rakyat melawan ketidakadilan. Dimana nyaris disemua sendi kehidupan bernegara telah dirusak oleh praktek kekuasaan Jokowi secara brutal.
Yakni, ihwal kebusukan dinasti politik yang menabrak semua etika, aturan dan konstitusi. Hasilnya, sepuluh tahun berkuasa meninggalkan aneka rupa tumpukan problem krusial dan sangat mengkhawatirkan. Adili Jokowi menjadi bara api.
Realitas keprihatinan itu jelas memposisikan Prabowo pada pilihan yang mesti tegas. Berpihak pada rasa keadilan rakyat atau terperangkap melayani dinasti Jokowi? Tidak ada jalan kompromi untuk meredam kemarahan rakyat.
Jangan kendor, galang terus desakan adili Jokowi…!
*Penulis merupakan kritikus politik.
Artikel Terkait
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan
Prajurit Gugur di Nduga, Ayah Banggakan Tekad Baja Anaknya yang Tak Pernah Menyerah
Megawati Bikin Heboh, Nyanyikan Cinta Hampa di Panggung Rakernas PDIP