Dokter Icha Meninggal Usai Diduga Diintimidasi Anggota DPRD, Polisi Usut Tuntas

- Senin, 29 Juni 2026 | 09:25 WIB
Dokter Icha Meninggal Usai Diduga Diintimidasi Anggota DPRD, Polisi Usut Tuntas

Tekanan psikologis diduga menjadi pemicu meninggalnya Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang akrab disapa Dokter Icha, setelah ia diduga mengalami intimidasi dari oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) saat bertugas di IGD Rumah Sakit Leona. Dokter muda itu meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) setelah menjalani perawatan di Kupang, diduga karena mengakhiri hidupnya.

Peristiwa yang menjadi awal dugaan tekanan itu terjadi pada Sabtu (13/6/2026) di ruang IGD RS Leona. Dokter Icha saat itu menangani pasien berusia 19 tahun yang dirujuk dari RSUD Kefamenanu akibat gigitan ular. Pasien tersebut diketahui merupakan keluarga salah satu anggota DPRD TTU. Dokter Icha melakukan pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur dan berkonsultasi dengan dokter spesialis. Hasilnya, pasien belum direkomendasikan menerima serum anti-bisa ular tertentu. Selain itu, RS Leona juga tidak memiliki stok anti venom yang diminta keluarga.

Penjelasan medis itu diduga tidak diterima oleh keluarga pasien. Seorang anggota keluarga disebut berbicara dengan nada tinggi dan mengaku sebagai anggota DPRD TTU. Tak lama kemudian, seorang pria lain masuk ke ruang IGD dan menyampaikan protes dengan nada keras. Pria tersebut diduga anggota DPRD Komisi III berinisial RT. Selain itu, diduga ada pula anggota DPRD berinisial TL dan seorang warga berinisial VL yang berada di lokasi.

Di tengah tekanan, Dokter Icha tetap berusaha menjelaskan kondisi pasien dan alasan medis di balik tindakannya. Namun, penjelasan itu diduga tetap tidak diterima. Dokter Icha kemudian disebut merasa tertekan, syok, hingga menangis. Peristiwa itu menjadi awal tekanan berat yang dialaminya.

Pasien korban gigitan ular kemudian menjalani perawatan di RS Leona hingga Senin (16/6/2026) dan dipulangkan atas permintaan keluarga. Informasi yang dihimpun menyebut kondisi pasien kini telah sehat. Namun, setelah kejadian itu, kondisi Dokter Icha mulai menurun. Rekan kerja dan keluarga menyebut ia mengalami tekanan psikis, depresi, hingga akhirnya meninggal dunia.

Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan oleh paman almarhumah, Viktor Manbait, melalui pesan singkat. Dalam pesannya, Viktor menyampaikan bahwa penyebab pasti meninggalnya Dokter Icha masih menunggu penanganan medis lebih lanjut. "Sebab meninggalnya Dokter Icha akan disampaikan setelah penanganan medis dilakukan," katanya.

Kepergian Dokter Icha memicu perhatian luas. Keluarga mendesak agar dugaan intimidasi yang dialami almarhumah diusut tuntas. Polres TTU pun telah memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional. Kapolres TTU AKBP Eliana Papote menyatakan hal itu saat melayat ke rumah duka di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Sabtu (27/6/2026).

"Secara verbal kami akan melaksanakan penindakan sesuai dengan prosedur. Jadi tidak ada pembedaan-pembedaan. Langkah hukum sekarang sedang kita ambil," ujar AKBP Eliana.

Penyidik telah memulai tahapan awal penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi yang berada bersama Dokter Icha saat peristiwa terjadi. Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk meminta dokumen medis terkait kondisi Dokter Icha setelah dugaan intimidasi. Setelah pemeriksaan saksi selesai, tiga anggota DPRD Kabupaten TTU yang diduga terlibat akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi. "Setelah selesai pemeriksaan saksi-saksi teman-temannya dokter Icha, berikutnya kami akan memanggil ketiga anggota dewan tersebut untuk kita minta klarifikasi terkait kejadian itu," ucap Kapolres.

Kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD TTU terkait laporan keluarga yang telah disampaikan kepada Badan Kehormatan DPRD, agar proses sesuai mekanisme yang berlaku.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags