Stok Beras Nasional Melimpah hingga 5 Juta Ton, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke 33 Juta Penerima

- Selasa, 28 April 2026 | 17:00 WIB
Stok Beras Nasional Melimpah hingga 5 Juta Ton, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke 33 Juta Penerima

Pemerintah bilang, stok pangan nasional aman-aman saja. Meskipun di saat yang sama, mereka lagi ngebut nyalurin bantuan pangan dengan sistem rapel alias langsung dua bulan sekaligus.

Kebijakan ini sebenarnya punya dua tujuan. Pertama, jelas buat jaga harga tetap stabil. Kedua, ya sekalian nguatin daya beli masyarakat yang lagi seret. Jadi bukan cuma bagi-bagi sembako doang.

Nah, sasaran dari program ini lumayan gede. Lebih dari 33 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh Indonesia bakal kebagian jatah. Kalau dihitung-hitung, total kebutuhannya mencapai sekitar 664 ribu ton beras plus 132,9 juta liter minyak goreng bersubsidi MinyaKita. Pemerintah memastikan semua itu udah siap di stok nasional.

Uniknya, karena stok lagi melimpah ruah, setiap penerima manfaat malah dapat jatah dobel. Untuk periode Februari-Maret, masing-masing orang kebagian 20 kilogram beras dan 4 liter MinyaKita. Lumayan, kan?

Direktur Pemasaran Perum Bulog, Febby Novita, ngasih pernyataan soal pengawasan. Katanya, mereka nggak main-main soal ketepatan sasaran.

“Kami melakukan pengawasan langsung untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak, baik dari sisi jumlah maupun kualitas,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Sampai sekarang, penyaluran bantuan pangan nasional baru jalan sekitar 20 persen. Tapi mereka janji bakal terus dipercepat. Targetnya, semua penerima manfaat di berbagai daerah bisa kebagian secepatnya.

“Stok kami sangat terjaga. Masyarakat tidak perlu panic buying karena distribusi bantuan ini juga berfungsi sebagai instrumen stabilisasi pasokan dan harga di masyarakat,” tegas Febby.

Gudang Bulog Nggak Cukup, Stok Beras Malah Meluber

Di sisi lain, cerita soal stok beras ini justru agak ironis. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekarang posisinya sangat kuat bahkan mungkin kebangetan kuatnya.

Per April 2026, stok beras nasional tembus lebih dari 5 juta ton. Angka ini termasuk salah satu yang tertinggi dalam sejarah pengelolaan pangan Indonesia. Keren sih, tapi ada konsekuensinya.

Masalahnya, kapasitas gudang Bulog di sejumlah daerah nggak cukup buat nampung semua. Akhirnya, sebagian stok terpaksa dititipin di gudang sewaan milik pihak ketiga. Pemerintah pun sekarang lagi sibuk nambah kapasitas penyimpanan biar distribusi dan pengelolaan stok tetap lancar.

Menurut sejumlah pengamat, lonjakan cadangan ini sebenarnya sinyal bagus. Indonesia makin mendekati kemandirian pangan. Bahkan ada optimisme kalau impor beras bisa ditekan tahun 2026, berkat melimpahnya produksi dalam negeri.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, nggak ketinggalan ngasih komentar. Ia menegaskan, kondisi stok saat ini adalah bukti nyata kuatnya produksi petani nasional.

“Gudang Bulog saat ini penuh oleh beras hasil produksi petani dalam negeri, gudang-gudang swasta yang disewa juga mengalami kondisi serupa,” ungkap Rizal.

Jadi, lucu juga. Di satu sisi, pemerintah sibuk ngejar target penyaluran bantuan. Di sisi lain, mereka malah kewalahan nyari tempat buat nyimpen stok yang melimpah. Tapi ya, mending begini daripada stok kosong, setuju?

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar