Es Cendol Tawaro, Minuman Tradisional Bugis-Makassar Berbahan Sagu, Bertahan di Tengah Gempuran Es Kekinian

- Sabtu, 18 April 2026 | 17:00 WIB
Es Cendol Tawaro, Minuman Tradisional Bugis-Makassar Berbahan Sagu, Bertahan di Tengah Gempuran Es Kekinian

Cuaca Makassar yang terik memang bikin gerah. Di saat seperti ini, minuman dingin jadi penyelamat. Tapi jangan salah, di antara deretan es kekinian yang bermunculan, ada satu minuman tradisional yang tetap punya penggemar setia: es cendol tawaro.

Sekilas, penampilannya mirip cendol biasa. Namun begitu diseruput, perbedaannya langsung terasa. Teksturnya jauh lebih kenyal, memberikan sensasi unik di mulut yang sulit dilupakan.

Minuman ini adalah warisan kuliner khas masyarakat Bugis dan Makassar. Namanya sendiri berasal dari dua kata: "cendolok" alias cendol, dan "tawaro" yang berarti sagu. Nah, di sinilah letak keunikannya.

Berbeda dengan cendol kebanyakan yang pakai tepung beras atau hunkwe, cendol tawaro justru berbahan dasar pati sagu asli. Bahan inilah yang memberinya tekstur kenyal khas dan penampilan yang cenderung transparan, dengan warna kecokelatan alami.

Racikannya sederhana saja: sagu, gula merah, dan santan. Tapi dari kombinasi sederhana itu lahirlah harmoni rasa manis dan gurih yang khas, benar-benar menyegarkan.

Kabarnya, kamu masih bisa dengan mudah menemukan penjualnya di pinggir jalan. Salah satu spot yang cukup dikenal berada di sekitar pintu keluar Grand Toserba Pengayoman, tepatnya di Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakkukang.

Harganya? Masih sangat bersahabat dengan kantong.

Untuk cendol sagu original, cukup merogoh kocek Rp5.000. Kalau mau yang lebih spesial dengan topping durian atau alpukat, harganya Rp10.000. Atau, campur keduanya jadi mix durian plus alpukat dengan harga Rp13.000.

Malas keluar rumah? Tenang, minuman ini juga bisa dipesan online lewat layanan pesan-antar.

Kamu bisa cari "Es Cendol Sagu Tawaro Pengayoman" di GoFood atau "Es Cendol" di ShopeeFood.

Untuk jam operasionalnya, warung ini buka dari Senin sampai Kamis dan juga hari Minggu, pukul 11 pagi sampai 4 sore waktu setempat. Khusus hari Sabtu, mereka tutup.

Mau Coba Bikin Sendiri di Rumah?

Resepnya sebenarnya cukup sederhana. Berikut bahan dan langkah-langkah versi rumahan yang bisa kamu coba.

Bahan yang diperlukan:

  • Sagu tawaro sekitar 150 gram.
  • Air 1,5 liter.
  • Gula merah 350 gram.
  • Air lagi 100 ml khusus untuk melarutkan gula.
  • Santan kental 400 ml.

Cara membuatnya:

  1. Pertama, masak sagu tawaro dengan air sampai adonannya jadi kenyal.
  2. Selanjutnya, bentuk adonan itu jadi cendol memakai saringan atau sendok, lalu tiriskan dulu.
  3. Di panci terpisah, masak gula merah dengan 100 ml air sampai larut sempurna. Jangan lupa disaring biar bersih.
  4. Santan kemudian dicampurkan ke dalam larutan gula tadi. Masak lagi sambil diaduk-aduk sampai mendidih.
  5. Terakhir, sajikan cendol yang sudah ditiriskan tadi dengan siraman kuah santan gula merah. Tambahkan es batu secukupnya biar makin segar.

(Resep ini diadaptasi dari berbagai sumber, termasuk Cookpad).

Di tengah gempuran minuman modern dengan berbagai topping dan sensasi, es cendol sagu tawaro ini bertahan dengan caranya sendiri. Ia tak perlu banyak perubahan atau inovasi yang rumit. Cukup dengan mempertahankan rasa khas yang sederhana itu, minuman tradisional ini sudah punya cerita dan tempatnya sendiri di hati penikmatnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar